Gempa magnitudo 4,8 guncang Lombok, bergetar hingga Bali
Selasa, 12 Mei 2020 10:35 WIB
Grafik gempa BMKG (ANTARA/HO/BMKG)
Denpasar (ANTARA) - Gempa bumi tektonik magnitudo 4,8 guncang Mataram, Lombok Utara dan sebagian wilayah Bali di antaranya Kabupaten Karangasem, Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Gianyar, pada Selasa, pukul 08.20 Wita.
Data BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan Magnitudo 4,8. Episenter terletak pada koordinat 8,35 LS dan 116,01 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 16 km Barat Laut Lombok Utara-NTB, pada kedalaman 10 km.
"Mekanisme gempa bumi yaitu dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif busur belakang (Back Arc Thrust)," kata Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs M Taufik Gunawan, Dipl SEIS melalui keterangan pers di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan laporan masyarakat, dampak gempa bumi berupa guncangan yang dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Utara, Karangasem dan Denpasar II - III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Untuk wilayah Bangli, Gianyar dan Buleleng II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyan. Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
"Hingga pukul 08:50 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," katanya.
Sementara itu pada pukul 09.14 Wita gempa bumi tektonik berkekuatan M=4,0 kembali terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem dan Buleleng, Bali.
Dari hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,0. Episenter terletak pada koordinat 8,41 LS dan 115.94 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 25 km BaratDaya Lombok Utara-NTB, pada kedalaman 10 km.
Adapun dampak gempa bumi dari guncangan tersebut berdasarkan laporan masyarakat di wilayah Karangasem dan Buleleng II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga pukul 09.40 Wita belum ada menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," jelas Taufik Gunawan.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)
Data BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan Magnitudo 4,8. Episenter terletak pada koordinat 8,35 LS dan 116,01 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 16 km Barat Laut Lombok Utara-NTB, pada kedalaman 10 km.
"Mekanisme gempa bumi yaitu dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif busur belakang (Back Arc Thrust)," kata Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs M Taufik Gunawan, Dipl SEIS melalui keterangan pers di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan laporan masyarakat, dampak gempa bumi berupa guncangan yang dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Utara, Karangasem dan Denpasar II - III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Untuk wilayah Bangli, Gianyar dan Buleleng II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyan. Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
"Hingga pukul 08:50 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," katanya.
Sementara itu pada pukul 09.14 Wita gempa bumi tektonik berkekuatan M=4,0 kembali terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem dan Buleleng, Bali.
Dari hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,0. Episenter terletak pada koordinat 8,41 LS dan 115.94 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 25 km BaratDaya Lombok Utara-NTB, pada kedalaman 10 km.
Adapun dampak gempa bumi dari guncangan tersebut berdasarkan laporan masyarakat di wilayah Karangasem dan Buleleng II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga pukul 09.40 Wita belum ada menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," jelas Taufik Gunawan.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persiapan simulasi, 921 peserta ikuti Workshop menghadapi gempa bumi berpotensi tsunami di Kota Padang
21 October 2025 16:59 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB