Padang (ANTARA) - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat meluncurkan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang merupakan sarana pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking untuk Dewan Masjid Indonesia Kota Padang.

"QRIS DMI Kota Padang  difasilitasi BI Sumbar, bekerja sama dengan Bank Nagari, BI berinisiatif menjadikan QRIS sebagai alat transaksi untuk berbagi antar sesama umat, terutama  di masa wabah COVID-19, dan menjelang bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Kamis.

Menurut dia dengan penggunaan QRIS masyarakat bisa meningkatkan transaksi nontunai yang jauh lebih aman untuk saat ini di tengah wabah COVID-19.

BI juga menetapkan  kebijakan gratis biaya transaksi non tunai yang dibebankan ke toko/pedagang   melalui QRIS dari semula sampai Mei 2020 menjadi September 2020. 

Kebijakan ini diterbitkan di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang  merupakan hasil kesepakatan bersama antar pelaku di sektor pembayaran dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Ia berharap melalui kebijakan ini agar masyarakat lebih mengutamakan transaksi pembayaran nontunai, apalagi BI dan para pelaku industri sistem pembayaran terus meningkatkan kualitas layanan pada transaksi ini. 

Wahyu menyebutkan trend penggunaan QRIS di Sumbar menunjukkan peningkatan, posisi Januari 2020 sebanyak 15.559 merchants, hingga posisi April 2020 telah mencapai sebanyak 28.438 merchants atau meningkat hampir dua kali lipat dalam kurun waktu tiga bulan.

Pada kesempatan itu  BI  berperan serta bersama DMI Kota Padang dalam  kegiatan “Peduli Penanganan COVID-19 1.000 Paket Sembako” untuk masyarakat yang kurang mampu. 

Sementara Ketua DMI Kota Padang  Maigus Nasir menyebutkan  bahwa terdapat lebih dari 1.000 masjid dan 600 mushalla di Kota Padang, yang setiap kegiatannya tergantung pada infak dan sedekah umat. 

Wabah COVID-19 ini tentu membuat kegiatan masjid dan mushala menjadi sepi, sehingga hajat hidup para pengurus masjid yang tergantung pada dana umat ini juga turut terdampak, kata dia.

Namun di sisi lain, ada semangat dari umat untuk tetap berbagi rezeki, walau terkadang tidak ada waktu mengantarkan ke langsung dan melalui QRIS telah  memfasilitasi umat untuk beramal dan berbagi, lanjutnya.

Ia berharap peluncuran  QRIS DMI Kota Padang  akan mempermudah masyarakat berdonasi dan berbagi tanpa harus ke ATM, tanpa bertatap muka, lebih aman, serta dapat menghindari risiko penyebaran virus karena dilakukan melalui piranti digital dan handpohone pribadi.