Pemerintah serap Rp16,8 triliun dari lelang Surat Utang Negara
Selasa, 14 April 2020 19:17 WIB
Kementerian Keuangan (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana mencapai Rp16,8 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam APBN dengan total penawaran masuk Rp27,6 triliun.
Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, menyatakan lelang tersebut di bawah target indikatif yang ditetapkan Rp20 triliun.
Untuk seri SPN03200715, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,38 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,56053 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juli 2020 ini mencapai Rp2,19 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 2,5 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 2,6 persen.
Untuk seri SPN12210401, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,56667 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 1 April 2021 ini mencapai Rp3,2 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,5 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 3,6 persen.
Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,54357 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp5,94 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 7,44 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,85 persen.
Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,96153 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp9,51 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 7,89 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,25 persen.
Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,21149 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp4,06 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 8,15 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,75 persen.
Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,31954 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2040 ini mencapai Rp1,95 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 8,2 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,4 persen.
Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,42003 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp0,78 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 8,33 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 9 persen.
Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (31/3), pemerintah menyerap dana sebesar Rp22,2 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp33,5 triliun.
Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, menyatakan lelang tersebut di bawah target indikatif yang ditetapkan Rp20 triliun.
Untuk seri SPN03200715, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,38 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,56053 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juli 2020 ini mencapai Rp2,19 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 2,5 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 2,6 persen.
Untuk seri SPN12210401, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,56667 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 1 April 2021 ini mencapai Rp3,2 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,5 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 3,6 persen.
Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,54357 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp5,94 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 7,44 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,85 persen.
Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,96153 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp9,51 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 7,89 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,25 persen.
Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,21149 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp4,06 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 8,15 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,75 persen.
Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,31954 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2040 ini mencapai Rp1,95 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 8,2 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,4 persen.
Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,42003 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp0,78 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 8,33 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 9 persen.
Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (31/3), pemerintah menyerap dana sebesar Rp22,2 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp33,5 triliun.
Pewarta : Satyagraha
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fundamental Ekonomi RI Menguat, Sun Life Bidik Pertumbuhan Dobel di 2025
16 January 2025 14:19 WIB, 2025
Berikut tanggapan BNI KC Solok terkait pengungkapan Modus Pemalsuan SUN
30 January 2024 14:41 WIB, 2024
SEVENTEEN tampil di tengah guyuran lebatnya hujan, ini pesan DK & Vernon untuk CARAT
29 December 2022 7:39 WIB, 2022
Bertajuk "Be The Sun", SEVENTEEN akan tur dunia di bulan Agustus mendatang
17 May 2022 9:25 WIB, 2022
Lagu ceria Beatles "Here Comes the Sun" diputar setiap hari pompa semangat tenaga medis
13 April 2020 8:10 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB