Gara-gara tato ditertawakan, Johnny Depp murka

id johnny depp,amber heard,the sun,depp

Gara-gara tato ditertawakan, Johnny Depp murka

Johnny Depp di Pengadilan Tinggi London. (REUTERS/PETER NICHOLLS)

Jakarta (ANTARA) - Pada persidangan kedua kasus pencemaran nama baik Johnny Depp yang melibatkan The Sun, Sasha Wass selaku kuasa hukum media Inggris itu mengatakan bahwa sang aktor murka kemudian menampar Amber Heard gara-gara mantan istrinya itu menertawakan tato "Wino Forever".

Dilansir Reuters pada Rabu (8/7), "Wino Forever" adalah ubahan dari tato sebelumnya yang bertuliskan "Winona forever", mengacu pada mantan kekasih Depp, Winona Ryder.

Dalam sidang itu, Depp kembali membantah tuduhan telah menampar Amber Heard. Sebaliknya, Sasha Wass bilang Depp menampar tiga kali setelah Heard menertawakan tato itu.

"Bukan itu masalahnya, itu tidak benar. Itu tidak terjadi," kata Depp.

"Aku tidak ingat argumen apa pun tentang tato itu," lanjut aktor "Charlie and the Chocolate Factory" itu.
Amber di Pengadilan Tinggi London (REUTERS/PETER NICHOLLS)


Depp menggugat penerbit The Sun, News Group Newspapers serta editor eksekutif Dan Wootton, atas artikel "pemukul istri". Surat kabar itu menulis Depp telah meninju, menampar dan menendang Heard ketika dipicu kemarahan besar dan dorongan alkohol atau narkoba.

Ketika persidangan pertama pada Selasa (7/7) yang juga dihadiri Heard, Depp menuding mantas istrinya berbohong. Aktor "Pirates of the Caribbean" itu justru mengatakan telah diperlakukan kasar oleh Heard.

Depp menyangkal perilakunya berubah seperti "monster" saat berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.

Depp menuduh Heard atau salah satu temannya telah buang air besar di ranjang. Hal itu dianggap sebagai lelucon, namun Depp marah besar.

Heard juga dituding main serong dengan Elon Musk dan James Franco.

Keduanya menikah pada Februari 2015, namun Heard mengajukan cerai setelah 15 bulan dan perceraian itu rampung pada 2017. Kasus itu akan berlangsung selama tiga pekan ke depan.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar