Shalat di Masjid Al Aqsa Yarusalem ditangguhkan mulai Senin
Senin, 23 Maret 2020 9:16 WIB
Seorang pria ultra-Ortodoks Yahudi berdiri di samping paramedis dengan baju pelindung di tempat pemungutan suara khusus, tempat warga Israel dikarantina akibat virus corona bisa memberikan suaranya dalam pemilihan nasional Israel, di Yerusalem, Senin (2/3/2020). ANTARA/REUTERS/RONEN ZVULUN/TM
Yerusalem (ANTARA) - Shalat di kompleks Masjid Al Aqsa Yerusalem akan ditangguhkan mulai Senin sampai pemberitahuan lebih lanjut untuk mencegah penyebaran virus corona, ujar pejabat agama setempat.
Pintu-pintu Masjid Al Aqsa dan Kubah Batu sudah ditutup, tetapi para jamaah masih bisa berkumpul di daerah terbuka di puncak bukit suci itu, yang dikenal oleh umat Islam
sebagai Tanah Suci yang Mulia dan bagi orang Yahudi sebagai Kuil Gunung.
"Diputuskan untuk menunda kedatangan jamaah untuk shalat melalui semua gerbang ke Masjid Al Aqsa mulai Senin," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam di Yordania, yang bertindak sebagai penjaga situs suci dalam Islam setelah Makkah dan Madinah.
Keputusan baru itu juga menunda shalat di luar ruangan yang biasanya menarik banyak orang, meskipun jumlahnya telah berkurang dalam beberapa minggu terakhir.
Direktur masjid Palestina, Sheikh Omar Kisawni, mengonfirmasi keputusan itu kepada Reuters.
Para pemimpin agama di tempat-tempat suci lainnya di Kota Tua Yerusalem, seperti Tembok Barat dan Gereja Makam Suci, juga telah menerapkan pembatasan.
Para tokoh agama dan penjaga kompleks akan terus diizinkan masuk. Sementara itu, azan tetap didengungkan seperti biasa, kata dewan wakaf, yang mengawasi situs-situs Islam
di Yerusalem.
Sumber : Reuters
Pintu-pintu Masjid Al Aqsa dan Kubah Batu sudah ditutup, tetapi para jamaah masih bisa berkumpul di daerah terbuka di puncak bukit suci itu, yang dikenal oleh umat Islam
sebagai Tanah Suci yang Mulia dan bagi orang Yahudi sebagai Kuil Gunung.
"Diputuskan untuk menunda kedatangan jamaah untuk shalat melalui semua gerbang ke Masjid Al Aqsa mulai Senin," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam di Yordania, yang bertindak sebagai penjaga situs suci dalam Islam setelah Makkah dan Madinah.
Keputusan baru itu juga menunda shalat di luar ruangan yang biasanya menarik banyak orang, meskipun jumlahnya telah berkurang dalam beberapa minggu terakhir.
Direktur masjid Palestina, Sheikh Omar Kisawni, mengonfirmasi keputusan itu kepada Reuters.
Para pemimpin agama di tempat-tempat suci lainnya di Kota Tua Yerusalem, seperti Tembok Barat dan Gereja Makam Suci, juga telah menerapkan pembatasan.
Para tokoh agama dan penjaga kompleks akan terus diizinkan masuk. Sementara itu, azan tetap didengungkan seperti biasa, kata dewan wakaf, yang mengawasi situs-situs Islam
di Yerusalem.
Sumber : Reuters
Pewarta : Azis Kurmala
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jamaah Masjid Harakatul Jannah Bogor bantu pembangunan masjid terdampak bencana di Agam
15 May 2026 18:29 WIB
Salat Id di Masjid Manarul 'Ilmi Islamic Center Padang Panjang diikuti antusias oleh masyarakat
21 March 2026 16:49 WIB