Logo Header Antaranews Sumbar

Salat Id di Masjid Manarul 'Ilmi Islamic Center Padang Panjang diikuti antusias oleh masyarakat

Sabtu, 21 Maret 2026 16:49 WIB
Image Print
Sempat diguyur hujan sejak pagi, masyarakat tetap antusias mengikuti Salat Id di Islamic Center. (ANTARA/Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas, serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Hal itu disampaikan Hendri Arnis saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Manarul ‘Ilmi Islamic Center.

“Kita tidak boleh lemah dan tidak boleh terpecah. Kekuatan kita ada pada persatuan. Jika kita bersama, tidak ada persoalan yang tidak bisa kita hadapi,” kata Hendri Arnis.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, membantu, dan menjaga satu sama lain, serta mewaspadai berbagai risiko bencana, termasuk bahaya kebakaran yang belakangan marak terjadi. Selain itu, ia mengimbau masyarakat menjauhi pertikaian, menjaga moral generasi, dan tetap memelihara persatuan di tengah berbagai tantangan.

Sementara itu, Salat Id di Masjid Nurul ‘Ilmi Islamic Center diikuti ribuan masyarakat hingga ke halaman masjid. Salat dipimpin oleh imam Al Mukarram Syeikh Abdurrahman bin Ismail bin Yahya dari Jeddah, Arab Saudi, dengan khatib Buya Dr. Aldomi Putra, M.A., dosen PTIQ Jakarta.

Pelaksanaan Salat Id tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Mukhlis M., Ketua TP PKK Ny. Maria Feronika, serta Ketua GOW Ny. Sri Wahyuni.

Dalam khutbahnya, Buya Aldomi mengajak jemaah untuk menjaga kebersihan hati setelah sebulan ditempa di bulan Ramadan, serta pentingnya mengenali kondisi kalbu sebagai cerminan keimanan seseorang.

“Kalbu orang beriman akan bergetar saat mengingat Allah dan bertambah imannya. Sebaliknya, ada kalbu yang tertutup, keras, bahkan buta dari kebenaran. Harapan kita, semoga kita termasuk ke dalam *qalbun salim*, yaitu hati yang selamat dan tidak terpengaruh oleh pujian maupun cacian,” ujarnya.

Ia menjelaskan berbagai kondisi kalbu manusia, mulai dari kalbu orang munafik yang berbeda antara lisan dan hati hingga kalbu yang tenang karena senantiasa diisi dengan mengingat Allah. Penyakit hati, menurutnya, harus diwaspadai agar tidak menjauhkan manusia dari kebenaran.

Di lokasi lain, sejumlah masjid di kota tersebut juga melaksanakan Salat Id yang diikuti ratusan masyarakat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026