Target tanam padi Kota Solok pada 2020 menyusut
Jumat, 20 Maret 2020 14:42 WIB
Petani sedang menanam di area Sawah Solok. (Antara sumbar/ Tri Asmaini)
Solok (ANTARA) - Target tanam padi Kota Solok, Sumatera Barat, pada 2020 seluas 2.443,5 Ha atau turun 0,06 dari target tanam pada 2019 yang mencapai 2.443,56 Ha, kata Kepala Dinas Pertanian setempat Ikhvan Marosa.
"Alhamdulillah realisasi tanam selalu melebihi target tanam. Pada 2019 realisasi tanam padi mencapai 2.668,3 Ha, dengan luas panen 2.672, 2 Ha dengan hasil produksi padi 17.823,5 ton," katanya diwakili Kepala Seksi (Kasie) Tanaman Pangan Joni Harnedi di Solok, Jumat.
Ia menjelaskan meskipun ada penyusutan lahan sawah dalam beberapa tahun belakangan, pihaknya tetap berusaha menjaga luas lahan sawah yang ada dengan menunggu adanya Perda tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Perda ini melekat dengan RT, RW sebagai pemantau. Menurutnya, masih banyak yang memakai lahan sawah untuk permukiman. Makanya, katanya menambahkan Pemerintah Daerah perlu untuk mempertahankan sawah-sawah yang ada atau lahan yang beririgasi.
Pihaknya harus bekerja sama dengan Perkim dan Tata ruang yang masih memberi izin untuk pembangunan karena belum disahkannya Perda LP2B.
"Luas lahan sawah sejak 2010 k eatas hanya 876 Ha, jauh menyusut dari 2009-2010 yang mencapai 1.258 Ha," ujarnya.
Pemerintah setempat bertekad untuk mempertahankan sawah yang ada karena wilayah Solok kecil tidak memperluas lagi.
Sedangkan untuk beras Solok yang mendapat Indeks Geografis (IG) untuk jenis Anak Daro pihaknya berusaha untuk menjual beras secara eksklusif dan menjamin keasliannya.
Untuk proses menjamin keasliannya diperlukan proses yang panjang. Dinas pertanian setempat harus bekerja sama dengan badan usaha, koperasi dan petani untuk mengawasi keaslian beras Solok.
Pengawasan keaslian beras Solok memang panjang mulai dari siapa petani yang menanam, penanaman benih, dimana heler yang dipakai, proses penjemuran sampai jadi beras.
"Kami memang belum menjual beras dengan IG secara eksklusif yang terjamin keasliannya. Tapi prosesnya secara berangsur akan dilakukan," ujarnya.
"Alhamdulillah realisasi tanam selalu melebihi target tanam. Pada 2019 realisasi tanam padi mencapai 2.668,3 Ha, dengan luas panen 2.672, 2 Ha dengan hasil produksi padi 17.823,5 ton," katanya diwakili Kepala Seksi (Kasie) Tanaman Pangan Joni Harnedi di Solok, Jumat.
Ia menjelaskan meskipun ada penyusutan lahan sawah dalam beberapa tahun belakangan, pihaknya tetap berusaha menjaga luas lahan sawah yang ada dengan menunggu adanya Perda tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Perda ini melekat dengan RT, RW sebagai pemantau. Menurutnya, masih banyak yang memakai lahan sawah untuk permukiman. Makanya, katanya menambahkan Pemerintah Daerah perlu untuk mempertahankan sawah-sawah yang ada atau lahan yang beririgasi.
Pihaknya harus bekerja sama dengan Perkim dan Tata ruang yang masih memberi izin untuk pembangunan karena belum disahkannya Perda LP2B.
"Luas lahan sawah sejak 2010 k eatas hanya 876 Ha, jauh menyusut dari 2009-2010 yang mencapai 1.258 Ha," ujarnya.
Pemerintah setempat bertekad untuk mempertahankan sawah yang ada karena wilayah Solok kecil tidak memperluas lagi.
Sedangkan untuk beras Solok yang mendapat Indeks Geografis (IG) untuk jenis Anak Daro pihaknya berusaha untuk menjual beras secara eksklusif dan menjamin keasliannya.
Untuk proses menjamin keasliannya diperlukan proses yang panjang. Dinas pertanian setempat harus bekerja sama dengan badan usaha, koperasi dan petani untuk mengawasi keaslian beras Solok.
Pengawasan keaslian beras Solok memang panjang mulai dari siapa petani yang menanam, penanaman benih, dimana heler yang dipakai, proses penjemuran sampai jadi beras.
"Kami memang belum menjual beras dengan IG secara eksklusif yang terjamin keasliannya. Tapi prosesnya secara berangsur akan dilakukan," ujarnya.
Pewarta : Tri Asmaini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB