Getaran gempa 5,0 SR di selatan Pulau Jawa dirasakan warga Bantul
Kamis, 12 Maret 2020 16:25 WIB
Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 skala richter mengguncang wilayah Samudera Hindia di Selatan Pulau Jawa pada Kamis (12/3/2020) sore sekitar pukul 15.03 WIB. ANTARA/HO-BMKG
Bantul (ANTARA) - Gempa bumi tektonik 5,0 skala richter (SR) mengguncang wilayah Samudera Hindia di Selatan Pulau Jawa pada Kamis (12/3) sore sekitar pukul 15.03 WIB dirasakan warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, menyebutkan bahwa lokasi gempa berada di 8.99 Lintang Selatan (LS) - 110.60 Bujur Timur (BT) atau 106 kilometer Barat Daya Pacitan Jawa Timur pada kedalaman 15 kilometer.
Getaran gempa tersebut dirasakan di Pacitan, Ponorogo, Tulungagung (Jawa Timur), Bantul, Klaten, Wonosari (Gunung Kidul) dan Yogyakarta antara II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), Cilacap, Trenggalek dan Purworejo antara I-II MMI.
"Wah terasa banget ini, di Bantul kota sekitaran RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Panembahan Senopati Bantul," kata Ujang warga Bantul yang tinggal daerah Bogoran, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, DIY.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Aka Luk Luk saat dikonfirmasi membenarkan bahwa getaran gempa tersebut dirasakan mayoritas warga Bantul, namun situasi masih aman tidak mengakibatkan kerusakan atau korban.
"Iya, banyak yang merasakan (getaran gempa), namun mandali (aman terkendali), Alhamdulillah," katanya.
Informasi dari BMKG menyebutkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Dan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, menyebutkan bahwa lokasi gempa berada di 8.99 Lintang Selatan (LS) - 110.60 Bujur Timur (BT) atau 106 kilometer Barat Daya Pacitan Jawa Timur pada kedalaman 15 kilometer.
Getaran gempa tersebut dirasakan di Pacitan, Ponorogo, Tulungagung (Jawa Timur), Bantul, Klaten, Wonosari (Gunung Kidul) dan Yogyakarta antara II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), Cilacap, Trenggalek dan Purworejo antara I-II MMI.
"Wah terasa banget ini, di Bantul kota sekitaran RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Panembahan Senopati Bantul," kata Ujang warga Bantul yang tinggal daerah Bogoran, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, DIY.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Aka Luk Luk saat dikonfirmasi membenarkan bahwa getaran gempa tersebut dirasakan mayoritas warga Bantul, namun situasi masih aman tidak mengakibatkan kerusakan atau korban.
"Iya, banyak yang merasakan (getaran gempa), namun mandali (aman terkendali), Alhamdulillah," katanya.
Informasi dari BMKG menyebutkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Dan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Pewarta : Hery Sidik
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Gempa di Pacitan berjenis megathrust berkedalaman dangkal, guncangannya sampai mana?
06 February 2026 10:20 WIB
Menko AHY dan Wamen Ossy serahkan langsung sertifikat masyarakat Kabupaten Pacitan
04 July 2025 9:27 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB