Gempa Sukabumi, 547 rumah rusak
Rabu, 11 Maret 2020 22:17 WIB
Petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri saat mengevakuasi puing rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Kampung Nangerang, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). (FOTO ANTARA/Aditya Rohman)
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat jumlah data sementara kerusakan rumah akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa (10/3) hingga Rabu (11/4) mencapai 547 unit.
"Saat ini BPBD terus melakukan pemutakhiran data agar jumlahnya valid, nantinya hasil pendataan petugas di lapangan akan diverifikasi sesuai klasifikasi kerusakan," kata Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono di Sukabumi, Rabu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ratusan rumah yang rusak tersebut tersebar di lima kecamatan yakni Parakansalak sebanyak tujuh unit, Kalapanunggal sebanyak 126 unit, Kabandungan 324 unit, Cidahu 36 unit, Warungkuara satu unit dan Cikidang tiga unit.
Selain itu, untuk mempercepat proses mengevakuasi warga dan membersihkan sisa puing rumah yang rusak, ratusan petugas gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri dan sukarelawan dikerahkan. Kemudian untuk korban yang mengalami cedera seluruhnya sudah mendapatkan pengobatan.
Wabup Sukabumi juga mengapresiasi pekerja media massa yang cepat memberikan informasi serta petugas gabungan yang sejak Selasa malam sudah berada di lokasi untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Kemudian untuk mempermudah mengevakuasi reruntuhan bangunan Pemkab Sukabumi sudah menurunkan satu unit alat berat.
Menurut dia pemutakhiran data pun terus berlanjut hingga mendapatkan jumlah yang benar-benar valid dan untuk warga yang terdampak bencana gempa berkekuatan 5,1 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Sukabumi mencapai 1.032 jiwa.
Saat ini petugas pun sudah mendirikan sejumlah tenda dan tempat-tempat mengungsi warga dan berbagai bantuan baik dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, sukarelawan dan sejumlah organisasi pun sudah mulai berdatangan.
"Bantuan darurat seperti selimut, pakaian, sembako dan lain sebagainya mulai disalurkan khususnya untuk warga yang rumahnya rusak berat atau tidak bisa dihuni lagi dan masyarakat terdampak lainnya," tambahnya.
Ia mengatakan agar data dan lokasi terdampak gempa tidak simpang siur pihaknya menyerahkan kepada BPBD agar satu pintu yang tujuannya untuk mengantisipasi tidak sinkrononnya data.
Untuk pemulihan tentunya akan dikoordinasikan dahulu dengan instansi terkait agar bisa diketahui kebutuhan apa yang mendesak bagi warga, demikian Adjo Sardjono.
"Saat ini BPBD terus melakukan pemutakhiran data agar jumlahnya valid, nantinya hasil pendataan petugas di lapangan akan diverifikasi sesuai klasifikasi kerusakan," kata Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono di Sukabumi, Rabu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ratusan rumah yang rusak tersebut tersebar di lima kecamatan yakni Parakansalak sebanyak tujuh unit, Kalapanunggal sebanyak 126 unit, Kabandungan 324 unit, Cidahu 36 unit, Warungkuara satu unit dan Cikidang tiga unit.
Selain itu, untuk mempercepat proses mengevakuasi warga dan membersihkan sisa puing rumah yang rusak, ratusan petugas gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri dan sukarelawan dikerahkan. Kemudian untuk korban yang mengalami cedera seluruhnya sudah mendapatkan pengobatan.
Wabup Sukabumi juga mengapresiasi pekerja media massa yang cepat memberikan informasi serta petugas gabungan yang sejak Selasa malam sudah berada di lokasi untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Kemudian untuk mempermudah mengevakuasi reruntuhan bangunan Pemkab Sukabumi sudah menurunkan satu unit alat berat.
Menurut dia pemutakhiran data pun terus berlanjut hingga mendapatkan jumlah yang benar-benar valid dan untuk warga yang terdampak bencana gempa berkekuatan 5,1 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Sukabumi mencapai 1.032 jiwa.
Saat ini petugas pun sudah mendirikan sejumlah tenda dan tempat-tempat mengungsi warga dan berbagai bantuan baik dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, sukarelawan dan sejumlah organisasi pun sudah mulai berdatangan.
"Bantuan darurat seperti selimut, pakaian, sembako dan lain sebagainya mulai disalurkan khususnya untuk warga yang rumahnya rusak berat atau tidak bisa dihuni lagi dan masyarakat terdampak lainnya," tambahnya.
Ia mengatakan agar data dan lokasi terdampak gempa tidak simpang siur pihaknya menyerahkan kepada BPBD agar satu pintu yang tujuannya untuk mengantisipasi tidak sinkrononnya data.
Untuk pemulihan tentunya akan dikoordinasikan dahulu dengan instansi terkait agar bisa diketahui kebutuhan apa yang mendesak bagi warga, demikian Adjo Sardjono.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Apresiasi Kementerian ATR/BPN, Menko AHY:Tanpa kepastian tanah tak akan ada pembangunan
20 June 2025 9:05 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB