Warga Agam kandangkan ternak cegah dimangsa Harimau
Selasa, 21 Januari 2020 7:55 WIB
Yang diduga jejak harimau Sumatera ditemukan di Kampuang Melayu, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Senin (20/1) (ANTARA/HO-BKSDA Agam)
Lubukbasung, (ANTARA) - Warga Kampuang Melayu, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengandangkan ternak mereka untuk mencegah dimangsa Harimau Sumatera setelah satu ekor sapi milik warga setempat dimangsa satwa liar itu, Senin. (20/1).
"Kami membawa pulang ternak dan diikatkan ke dalam kandang untuk antisipasi agar tidak dimangsa harimau," kata pemilik ternak, Maswir (38) di Lubukbasung, Selasa.
Ia mengatakan, jumlah sapi di Kampung Melayu 40 ekor dengan pemilik delapan orang. Biasanya sapi itu digembalakan di kebun dan tidak dibawa pulang ke rumah.
Setelah kejadian itu, seluruh pemilik membawa ternaknya pulang ke rumah pada sore hari.
Sapi itu dibawa pulang setelah satu ekor sapi betina dimangsa harimau pada Senin (20/1) pagi. Sapi itu dengan kondisi sekarat akibat mengalami luka pada bagian perut.
Induk sapi yang sedang bunting itu langsung dipotong setelah dirinya berkoordinasi dengan petugas veteriner Dinas Pertanian Agam.
"Saya mengalami kerugian sekitar Rp15 juta akibat kejadian itu. Ternak warga pernah dimangsa harimau pada 1995," katanya.
Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan langkah yang dilakukan warga untuk membawa ternak ke rumahnya sudah benar, agar tidak ada lagi ternak mereka dimangsa harimau.
"Warga diimbau untuk menjalankan aktivitas di kebun lebih dari dua orang, tidak melakukan kegiatan di kebun pada malam hari dan lainnya," katanya.
Ia mengakui, harimau yang memangsa ternak warga itu berkelamin jantan dengan usia tiga tahun atau menjelang dewasa. Ini berdasarkan keterangan yang diperoleh pemilik ternak pada Senin malam setelah pihaknya melakukan klarifikasi terkait kebenaran informasi sapi di mangsa harimau.
Selain itu berdasarkan ukuran jejak kaki yang ditemukan di lokasi oleh pemilik.
Rencananya, petugas BKSDA Resor akan ke lokasi untuk mencari jejak, kotoran dan lainnya pada Selasa (21/1) pagi.
Petugas BKSDA akan mengiring harimau ke dalam kawasan hutan dengan bunyi-bunyian. (*)
"Kami membawa pulang ternak dan diikatkan ke dalam kandang untuk antisipasi agar tidak dimangsa harimau," kata pemilik ternak, Maswir (38) di Lubukbasung, Selasa.
Ia mengatakan, jumlah sapi di Kampung Melayu 40 ekor dengan pemilik delapan orang. Biasanya sapi itu digembalakan di kebun dan tidak dibawa pulang ke rumah.
Setelah kejadian itu, seluruh pemilik membawa ternaknya pulang ke rumah pada sore hari.
Sapi itu dibawa pulang setelah satu ekor sapi betina dimangsa harimau pada Senin (20/1) pagi. Sapi itu dengan kondisi sekarat akibat mengalami luka pada bagian perut.
Induk sapi yang sedang bunting itu langsung dipotong setelah dirinya berkoordinasi dengan petugas veteriner Dinas Pertanian Agam.
"Saya mengalami kerugian sekitar Rp15 juta akibat kejadian itu. Ternak warga pernah dimangsa harimau pada 1995," katanya.
Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan langkah yang dilakukan warga untuk membawa ternak ke rumahnya sudah benar, agar tidak ada lagi ternak mereka dimangsa harimau.
"Warga diimbau untuk menjalankan aktivitas di kebun lebih dari dua orang, tidak melakukan kegiatan di kebun pada malam hari dan lainnya," katanya.
Ia mengakui, harimau yang memangsa ternak warga itu berkelamin jantan dengan usia tiga tahun atau menjelang dewasa. Ini berdasarkan keterangan yang diperoleh pemilik ternak pada Senin malam setelah pihaknya melakukan klarifikasi terkait kebenaran informasi sapi di mangsa harimau.
Selain itu berdasarkan ukuran jejak kaki yang ditemukan di lokasi oleh pemilik.
Rencananya, petugas BKSDA Resor akan ke lokasi untuk mencari jejak, kotoran dan lainnya pada Selasa (21/1) pagi.
Petugas BKSDA akan mengiring harimau ke dalam kawasan hutan dengan bunyi-bunyian. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dua ekor sapi dalam kandang dekat rumah warga Mahur Hilia Agam dimangsa harimau
01 December 2021 12:52 WIB, 2021
Masih berkeliaran, BKSDA imbau warga tidak beraktifitas di lokasi harimau terkam sapi
22 January 2020 17:56 WIB, 2020
BKSDA: Lokasi ternak warga Agam dimangsa harimau merupakan habitatnya
21 January 2020 14:46 WIB, 2020
Sapi warga Lubukbasung mati dengan robek di tubuhnya, petugas temukan jejak harimau
20 January 2020 20:52 WIB, 2020