Polisi libatkan pemuda amankan pelaksanaan Misa Natal di Payakumbuh
Selasa, 24 Desember 2019 19:29 WIB
Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan saat memantau pengamanan di gereja Santo Fidelis di Jalan Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh Utara, Selasa (24/12). (ANTARA/Akmal Saputra)
Payakumbuh, (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Payakumbuh, Sumatera Barat melibatkan pemuda di daerah setempat untuk mengamankan pelaksanaan Misa Natal di Gereja Santo Fidelis Kecamatan Payakumbuh Utara.
"Dari Polres Payakumbuh sendiri ada 160 personel yang diturunkan, juga dibantu Kodim dan Satpol-PP serta para pemuda setempat," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan saat memantau pengamanan di gereja di Payakumbuh, Selasa.
Ia mengatakan keterlibatan pemuda ini agar pengamanan lebih maksimal, sebab pemuda setempat akan cepat mengetahui jika ada orang asing yang datang.
Ini juga membuktikan bahwa warga Payakumbuh sangat toleran dan rukun dengan perbedaan, baik suku, ras maupun agama.
Keterlibatan pemuda juga membuktikan bahwa di Sumbar tidak ada intoleransi.
"Banyak isu yang berkembang bahwa Sumbar intoleran, dengan dilibatkan pemuda ini jelas menjadi bukti bahwa tidak ada intoleransi di Sumbar khususnya Payakumbuh," sebutnya.
Selain pemuda, pengamanan gereja juga melibatkan Linmas sebanyak tiga orang dan ormas Pemuda Pancasila lima orang.
"Jadi semua pihak yang terlibat bisa menyaring hal-hal yang mencurigakan, seperti orang asing. Ketika ada yang dicurigai kita bisa langsung mengambil tindakan," kata dia.
Kapolres juga melihat langsung situasi di seluruh gereja dan berdialog langsung dengan pengurus gereja.
Dalam arahannya, AKBP Dony meminta agar personel kepolisian bekerja sama dengan seluruh pihak yang terlibat.
"Jangan lengah, perhatikan sekitar dan terus jaga koordinasi dengan pihak yang terlibat," ujarnya. (*)
"Dari Polres Payakumbuh sendiri ada 160 personel yang diturunkan, juga dibantu Kodim dan Satpol-PP serta para pemuda setempat," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan saat memantau pengamanan di gereja di Payakumbuh, Selasa.
Ia mengatakan keterlibatan pemuda ini agar pengamanan lebih maksimal, sebab pemuda setempat akan cepat mengetahui jika ada orang asing yang datang.
Ini juga membuktikan bahwa warga Payakumbuh sangat toleran dan rukun dengan perbedaan, baik suku, ras maupun agama.
Keterlibatan pemuda juga membuktikan bahwa di Sumbar tidak ada intoleransi.
"Banyak isu yang berkembang bahwa Sumbar intoleran, dengan dilibatkan pemuda ini jelas menjadi bukti bahwa tidak ada intoleransi di Sumbar khususnya Payakumbuh," sebutnya.
Selain pemuda, pengamanan gereja juga melibatkan Linmas sebanyak tiga orang dan ormas Pemuda Pancasila lima orang.
"Jadi semua pihak yang terlibat bisa menyaring hal-hal yang mencurigakan, seperti orang asing. Ketika ada yang dicurigai kita bisa langsung mengambil tindakan," kata dia.
Kapolres juga melihat langsung situasi di seluruh gereja dan berdialog langsung dengan pengurus gereja.
Dalam arahannya, AKBP Dony meminta agar personel kepolisian bekerja sama dengan seluruh pihak yang terlibat.
"Jangan lengah, perhatikan sekitar dan terus jaga koordinasi dengan pihak yang terlibat," ujarnya. (*)
Pewarta : Akmal Saputra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PCNU Kota Payakumbuh salurkan bantuan untuk korban bencana di Nagari Baruah Gunung
29 December 2025 11:28 WIB
Wako Payakumbuh pastikan seleksi Inspektur Daerah berjalan objektif dan transparan
17 December 2025 9:07 WIB
Untuk pertama kalinya, uji kompetensi wartawan, digelar di Limapuluh Kota
13 December 2025 19:55 WIB
Wawako Payakumbuh lepas Kafilah Kota Payakumbuh ikuti MTQ tingkat provinsi
13 December 2025 16:57 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB