MUI desak KL Summit bersikap tegas soal etnis Uighur
Jumat, 20 Desember 2019 6:30 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (5/11/2019). (ANTARA/Anom Prihantoro)
Jakarta, (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mendesak pertemuan Kuala Lumpur Summit agar dapat mengeluarkan sikap tegas dan keras terhadap China sehingga persoalan etnis Uighur di Provinsi Xinjiang menemui jalan keluar yang baik.
"MUI mengimbau para peserta pertemuan puncak negara-negara Islam di Kuala Lumpur atau KL Summit untuk bersikap tegas dan keras kepada pemerintah China," kata Anwar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan umat Islam dunia benar-benar tidak bisa menerima perlakuan jahat yang dilakukan China terhadap umat Islam Uighur.
Hak asasi mereka sebagai manusia, kata dia, ditindas pemerintah China sebagaimana Uighur tidak dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan mereka.
"Kita menyadari bahwa China sebagai sebuah negara memang berhak untuk mengatur negaranya sendiri tetapi jangan sampai menginjak-injak hak asasi rakyatnya terutama hak-hak dasar dari umat Islam yang ada di sana," kata dia.
Anwar mendesak negara yang bersangkutan untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan yang dilakukannya terhadap Muslim Uighur. Etnis minoritas di China itu agar diberikan kesempatan mendapatkan hak-haknya beragama dan melaksanakan ajaran agamanya dengan baik.
Menurut dia, kalau tidak diberikan haknya maka dunia akan terseret ke dalam ketegangan baru di skala lokal dan global.
"Karena rakyat di setiap negara terutama umat Islam tentu akan meminta dan menuntut pemerintahnya untuk bersikap tegas terhadap pemerintah China termasuk Indonesia. Sehingga hal demikian akan sangat mengganggu bagi berjalannya pembangunan yang sedang mereka laksanakan," katanya. (*)
"MUI mengimbau para peserta pertemuan puncak negara-negara Islam di Kuala Lumpur atau KL Summit untuk bersikap tegas dan keras kepada pemerintah China," kata Anwar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan umat Islam dunia benar-benar tidak bisa menerima perlakuan jahat yang dilakukan China terhadap umat Islam Uighur.
Hak asasi mereka sebagai manusia, kata dia, ditindas pemerintah China sebagaimana Uighur tidak dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan mereka.
"Kita menyadari bahwa China sebagai sebuah negara memang berhak untuk mengatur negaranya sendiri tetapi jangan sampai menginjak-injak hak asasi rakyatnya terutama hak-hak dasar dari umat Islam yang ada di sana," kata dia.
Anwar mendesak negara yang bersangkutan untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan yang dilakukannya terhadap Muslim Uighur. Etnis minoritas di China itu agar diberikan kesempatan mendapatkan hak-haknya beragama dan melaksanakan ajaran agamanya dengan baik.
Menurut dia, kalau tidak diberikan haknya maka dunia akan terseret ke dalam ketegangan baru di skala lokal dan global.
"Karena rakyat di setiap negara terutama umat Islam tentu akan meminta dan menuntut pemerintahnya untuk bersikap tegas terhadap pemerintah China termasuk Indonesia. Sehingga hal demikian akan sangat mengganggu bagi berjalannya pembangunan yang sedang mereka laksanakan," katanya. (*)
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Asma Nadia luncurkan novel "Assalamualaikum Beijing 2", termotivasi konflik Uighur dan kisah cinta sejati
05 October 2021 14:13 WIB, 2021
China tanggapi Trump, peringatkan tindakan balasan atas UU Muslim Uighur
18 June 2020 10:50 WIB, 2020
Presiden Trump teken RUU serukan sanksi atas penindasan China terhadap Muslim Uighur
18 June 2020 8:29 WIB, 2020
China klaim masjid di Xinjiang lebih banyak daripada di Amerika Serikat
27 February 2020 6:57 WIB, 2020
Umat Islam di China donasikan Rp185 miliar tanggulangi penyebaran virus corona
26 February 2020 6:19 WIB, 2020
Sejumlah warga Arab mendaftar jadi relawan ke Wuhan, pria Uighur sumbang 11 kuda
10 February 2020 7:59 WIB, 2020
Ratusan muslim gelar aksi solidaritas Sumbar Peduli Muslim Uighur di Padang
19 January 2020 17:40 WIB, 2020
ICMI desak China respons perasaan dunia Islam terkait persekusi muslim Uighur
27 December 2019 22:29 WIB, 2019
Mahfud sampaikan ke Dubes China, kasus Uighur mengganggu umat Islam di Indonesia
25 December 2019 11:19 WIB, 2019