Diduga terafiliasi jaringan JAD, enam warga NTB ditangkap Densus 88
Rabu, 4 Desember 2019 15:27 WIB
Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana. (ANTARA/Dhimas BP)
Mataram, (ANTARA) - Enam warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, pada Sabtu (30/11) lalu, diduga terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana di Mataram, Rabu, mengungkapkan dugaan warganya yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror ini terafiliasi dengan jaringan teroris JAD muncul dari hasil pantauan lapangan.
"Jadi selama ini mereka memang orang-orang yang diduga terafiliasi dengan kelompok JAD, Jamaah Ansharut Daulah," kata Nana Sudjana.
Pernyataannya dia perkuat dengan adanya fakta lapangan yang menyebutkan bahwa masih ada pergerakan, baik secara perorangan maupun kelompok yang berupaya menyebarkan paham radikal tersebut.
Tidak hanya penyebaran yang tujuannya menghasut masyarakat untuk ikut bergabung dengan kelompok mereka. Aktivitas yang mengarah pada operasi teror juga masih terpantau di lapangan.
"Aktivitas semacam pelatihan-pelatihan semi militer," ujar dia.
Enam warga NTB dengan inisial MZ, OWR, AG, AS, IF dan RN, ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror terhitung sejak Jumat (29/11) hingga Sabtu (30/11). Namun penangkapan yang berlangsung kurang dari 24 jam tersebut, dilakukan di lokasi terpisah.
Dari informasi yang dihimpun wartawan, banyak di antara mereka yang ditangkap di wilayah Kota Bima, seperti di Kelurahan Penatoi, Rontu, dan Penaraga.
Lebih lanjut, terkait dengan kabar dan keberadaan enam warga yang kini berada dibawah penanganan Tim Densus 88 Antiteror tersebut, Nana enggan menyebutkannya.
Kapolda berdalih dengan meyakinkan kasus tersebut telah ditangani dan masih dalam proses pengembangan oleh Tim Densus 88 Antiteror.
"Nah ini hal-hal yang sensitif, jadi tidak bisa saya sampaikan, baiknya tanyakan ke Humas Mabes Polri. Tapi sampai saat ini masih dalam upaya pengembangan Densus," ucapnya. (*)
Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana di Mataram, Rabu, mengungkapkan dugaan warganya yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror ini terafiliasi dengan jaringan teroris JAD muncul dari hasil pantauan lapangan.
"Jadi selama ini mereka memang orang-orang yang diduga terafiliasi dengan kelompok JAD, Jamaah Ansharut Daulah," kata Nana Sudjana.
Pernyataannya dia perkuat dengan adanya fakta lapangan yang menyebutkan bahwa masih ada pergerakan, baik secara perorangan maupun kelompok yang berupaya menyebarkan paham radikal tersebut.
Tidak hanya penyebaran yang tujuannya menghasut masyarakat untuk ikut bergabung dengan kelompok mereka. Aktivitas yang mengarah pada operasi teror juga masih terpantau di lapangan.
"Aktivitas semacam pelatihan-pelatihan semi militer," ujar dia.
Enam warga NTB dengan inisial MZ, OWR, AG, AS, IF dan RN, ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror terhitung sejak Jumat (29/11) hingga Sabtu (30/11). Namun penangkapan yang berlangsung kurang dari 24 jam tersebut, dilakukan di lokasi terpisah.
Dari informasi yang dihimpun wartawan, banyak di antara mereka yang ditangkap di wilayah Kota Bima, seperti di Kelurahan Penatoi, Rontu, dan Penaraga.
Lebih lanjut, terkait dengan kabar dan keberadaan enam warga yang kini berada dibawah penanganan Tim Densus 88 Antiteror tersebut, Nana enggan menyebutkannya.
Kapolda berdalih dengan meyakinkan kasus tersebut telah ditangani dan masih dalam proses pengembangan oleh Tim Densus 88 Antiteror.
"Nah ini hal-hal yang sensitif, jadi tidak bisa saya sampaikan, baiknya tanyakan ke Humas Mabes Polri. Tapi sampai saat ini masih dalam upaya pengembangan Densus," ucapnya. (*)
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Teroris yang rencanakan serang Polsek Kampar ternyata anggota JAD Padang Sumbar
14 February 2022 6:35 WIB, 2022
Selain di Bengkulu, Densus 88 juga tangkap dua teroris di Bantul yang merupakan jaringan JAD
10 February 2022 12:12 WIB, 2022
Polri sebut 10 terduga teroris yang ditangkap di Merauke Papua telah berbaiat ke ISIS
01 June 2021 5:55 WIB, 2021
Kenal tokoh JAD Jatim di penjara, Jhr bergabung dan kini ditangkap Densus
24 April 2020 21:48 WIB, 2020
Usai ditangkap, penggeledahan rumah terduga teroris jaringan JAD di Cirebon masih berlangsung
19 November 2019 14:37 WIB, 2019
Kembali, polisi tangkap terduga teroris jaringan JAD di enam tempat
19 November 2019 14:31 WIB, 2019
Pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan dan istrinya ternyata pernah pelatihan militer kelompok JAD
18 November 2019 15:20 WIB, 2019
Terduga teroris YF merupakan Amir JAD Cirebon, bekerja jadi tukang servis elektronik
14 October 2019 20:21 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB