Terduga teroris ditangkap di Payakumbuh diduga anggota JAD Pekanbaru

id Jamaah ansharut daulah,teroris payakumbuh,terduga teroris payakumbuh,densus 88 tangkap terduga teroris

Terduga teroris ditangkap di Payakumbuh diduga anggota JAD Pekanbaru

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (kanan). (ANTARA/ HO-Humas Polri)

Jakarta (ANTARA) - Seorang terduga teroris berinisial DP alias AU (43) yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat diduga merupakan anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Pekanbaru.

"DP alias AU diduga terlibat jaringan teroris JAD Pekanbaru," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi, Kamis.

Setelah ditangkap, DP langsung dibawa tim Densus ke Pekanbaru, Riau guna penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, seorang pria berinisial DP alias AU, warga Kelurahan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat ditangkap di Kelurahan Tanjung Gadang, Sungai Pinago Payakumbuh Barat pada Rabu (11/3).

Baca juga: Seorang tukang servis AC di Payakumbuh diamankan Densus 88

Argo menjelaskan sejumlah barang bukti yang disita saat penangkapan DP yakni satu unit senapan angin, satu buah busur panah, empat buah anak panah, dua bilah senjata tajam jenis pedang dan tiga buah petasan kembang api ukuran panjang.

Kemudian satu buah double stick warna hitam, satu buah double stick warna perak, satu buah ponsel OPPO warna putih, satu buah ponsel Samsung warna hitam-abu dan satu buah ponsel Lenovo warna hitam.

Selanjutnya satu buah ponsel Samsung warna putih, satu buah flashdisk merk Sandisk, tiga buah KTP dengan nama yang berbeda, satu buah Kompas, satu buah topi rimba, satu buah teropong kecil, satu buah Flashdisk merk Toshiba dan satu buah kamera tangan warna merah putih.

Baca juga: Polda Sumbar sebut dua terduga teroris di Tanah Datar masih diperiksa Densus 88

Baca juga: Densus 88 amankan dua terduga teroris di Tanah Datar
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar