Bulog akan lelang beras yang turun mutu
Selasa, 3 Desember 2019 9:42 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pada konferensi pers di Gedung Bulog Jakarta, Selasa. (Mentari Dwi Gayati)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah yang mengalami turun mutu atau rusak akan dilelang terlebih dahulu sebelum beras tersebut diolah kembali menjadi produk lain.
"Mekanismenya akan dilelang. Nanti terserah yang membeli untuk dijadikan apa. Yang mau dijadikan tepung, juga silakan tapi dilelangnya harus jadi tepung, bukan jadi beras. Ada perjanjiannya nanti," kata Dirut Bulog Budi Waseso pada konferensi pers di Gedung Bulog Jakarta, Selasa.
Budi Waseso yang akrab disapa Buwas, menyebutkan bahwa setidaknya ada 20.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah dinyatakan rusak atau turun mutu, setelah melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan Badan POM dan Kementerian Pertanian.
Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), disebutkan bahwa CBP harus dilakukan disposal (pembuangan) apabila telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.
Meski demikian, beras tersebut sebenarnya masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan di bawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan.
Dirut Bulog itu pun membeberkan sejumlah skema untuk disposal beras CBP, antara lain diolah kembali menjadi tepung beras, pakan ayam, hingga menjadi bahan lainnya yang tidak bisa dikonsumsi lagi, yakni menjadi etanol.
Sebelum diolah kembali, Budi Waseso menegaskan akan membuka lelang terlebih dahulu untuk menjual beras-beras yang turun mutu tersebut. Dana yang didapat dari hasil lelang akan diterima oleh Bulog untuk dilaporkan kepada Kementerian Keuangan.
Karena kebijakan disposal ini, beras yang akan dilelang nanti tentunya mengalami penurunan harga. Oleh karena itu, Buwas juga mengajukan ada penggantian selisih harga kepada pemerintah.
"Karena ini merupakan CBP, kita mengajukan adanya selisih harga dengan harga jual. Kalau kita dulu beli Rp8.000 per kilogram, harganya (dilelang) jadi Rp3.000, selisih Rp5.000 itu diganti oleh negara," kata Buwas.
"Mekanismenya akan dilelang. Nanti terserah yang membeli untuk dijadikan apa. Yang mau dijadikan tepung, juga silakan tapi dilelangnya harus jadi tepung, bukan jadi beras. Ada perjanjiannya nanti," kata Dirut Bulog Budi Waseso pada konferensi pers di Gedung Bulog Jakarta, Selasa.
Budi Waseso yang akrab disapa Buwas, menyebutkan bahwa setidaknya ada 20.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah dinyatakan rusak atau turun mutu, setelah melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan Badan POM dan Kementerian Pertanian.
Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), disebutkan bahwa CBP harus dilakukan disposal (pembuangan) apabila telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.
Meski demikian, beras tersebut sebenarnya masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan di bawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan.
Dirut Bulog itu pun membeberkan sejumlah skema untuk disposal beras CBP, antara lain diolah kembali menjadi tepung beras, pakan ayam, hingga menjadi bahan lainnya yang tidak bisa dikonsumsi lagi, yakni menjadi etanol.
Sebelum diolah kembali, Budi Waseso menegaskan akan membuka lelang terlebih dahulu untuk menjual beras-beras yang turun mutu tersebut. Dana yang didapat dari hasil lelang akan diterima oleh Bulog untuk dilaporkan kepada Kementerian Keuangan.
Karena kebijakan disposal ini, beras yang akan dilelang nanti tentunya mengalami penurunan harga. Oleh karena itu, Buwas juga mengajukan ada penggantian selisih harga kepada pemerintah.
"Karena ini merupakan CBP, kita mengajukan adanya selisih harga dengan harga jual. Kalau kita dulu beli Rp8.000 per kilogram, harganya (dilelang) jadi Rp3.000, selisih Rp5.000 itu diganti oleh negara," kata Buwas.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BULOG Bukittinggi pastikan stok pangan aman, masyarakat diminta tidak Panic Buying
11 March 2026 15:45 WIB
Upaya jemput bola Bupati Annisa berbuah manis, Bulog bangun gudang di Dharmasraya
07 March 2026 5:01 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Maigus Nasir dampingi Titiek Soeharto pantau warga terdampak banjir di Kota Padang
30 November 2025 17:15 WIB
Ketua Komisi IV DPR dan Bulog salurkan bantuan pangan korban bencana di Padang
30 November 2025 16:30 WIB
Padang Pariaman koordinasi dengan Bulog penuhi kebutuhan pangan korban banjir
28 November 2025 16:37 WIB
BULOG dan Pemkot Bukittinggi salurkan Bantuan Pangan Pemerintah Periode Oktober-November 2025
13 November 2025 21:28 WIB
Pemkab Pesisir Selatan Hibahkan Tanah Dua Hektar untuk Bulog, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
13 November 2025 9:13 WIB
Kantor Pertanahan dan Sekda Pasaman bahas percepatan sertifikasi aset Bulog, Pemda tegaskan dukungan penuh
12 November 2025 17:05 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam turun tipis jadi Rp3.042.000 per gram pada Kamis(12/03/2026)
12 March 2026 9:54 WIB
Harga emas Antam Rabu (11/03/2026) melonjak Rp40.000 ke angka Rp3,087 juta/gr
11 March 2026 9:35 WIB
Harga emas UBS Rp3,106 juta/gr dan Galeri24 Rp3,083 juta/gr Rabu (11/03/2026)
11 March 2026 6:39 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/03/2026), naik Rp8.000 ke angka Rp3,047 juta/gram
10 March 2026 9:52 WIB