Bom bunuh diri Polrestabes Medan, Lemkapi: tangkap seluruh jaringannya
Rabu, 13 November 2019 14:52 WIB
Tim Inafis akan melakukan pemeriksaan terhadap ledakan di Polrestabes medan (Inafis)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di Markas Polresta Medan, Rabu yang menyebabkan pelaku tewas dan melukai empat polisi serta dua warga.
"Tangkap seluruh jaringannya," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Dr Edi Hasibuan di Jakarta.
Baca juga: Pascabom Polrestabes Medan, warga Sumut diminta tetap tenang
Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini mengharapkan aksi pelaku teror yang kini sering kali menyasar kantor polisi tidak membuat polisi yang bertugas di lapangan kendur semangat.
"Rakyat mendukung kinerja Polri dalam memberantas terorisme dan seluruh jaringannya," kata pengajar Pascasarjana Universitas Bhayangkara ini.
Dia mengatakan pelaku teror sering kali muncul ketika melihat polisi lengah sehingga Polri harus terus meningkatkan pengamanan baik dalam markasnya sendiri maupun di tengah masyarakat.
Baca juga: Pemprov Sumut tanggung biaya perawatan korban bom Polrestabes Medan
"Kepada masyarakat juga kita minta memberikan informasi jika menemukan ada hal mencurigakan. Kita percaya Polri akan bisa mengungkap semua jaringannya," katanya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan ledakan juga menyebabkan beberapa kendaraan dinas juga rusak.
"Jadi sekira pukul 08.00 lewat, setelah pelaksanaan apel pagi di Polrestabes Medan, diduga pelaku berjalan di halaman apel tersebut, jeda beberapa saat di depan kantor bagian operasi Polrestabes Medan pelaku meledakkan diri," kata Iqbal.
Saat ini, semua korban berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan.
Baca juga: Polisi bawa tiga perempuan, satu laki-laki dari penggeledahan rumah pelaku bom bunuh diri
"Tangkap seluruh jaringannya," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Dr Edi Hasibuan di Jakarta.
Baca juga: Pascabom Polrestabes Medan, warga Sumut diminta tetap tenang
Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini mengharapkan aksi pelaku teror yang kini sering kali menyasar kantor polisi tidak membuat polisi yang bertugas di lapangan kendur semangat.
"Rakyat mendukung kinerja Polri dalam memberantas terorisme dan seluruh jaringannya," kata pengajar Pascasarjana Universitas Bhayangkara ini.
Dia mengatakan pelaku teror sering kali muncul ketika melihat polisi lengah sehingga Polri harus terus meningkatkan pengamanan baik dalam markasnya sendiri maupun di tengah masyarakat.
Baca juga: Pemprov Sumut tanggung biaya perawatan korban bom Polrestabes Medan
"Kepada masyarakat juga kita minta memberikan informasi jika menemukan ada hal mencurigakan. Kita percaya Polri akan bisa mengungkap semua jaringannya," katanya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan ledakan juga menyebabkan beberapa kendaraan dinas juga rusak.
"Jadi sekira pukul 08.00 lewat, setelah pelaksanaan apel pagi di Polrestabes Medan, diduga pelaku berjalan di halaman apel tersebut, jeda beberapa saat di depan kantor bagian operasi Polrestabes Medan pelaku meledakkan diri," kata Iqbal.
Saat ini, semua korban berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan.
Baca juga: Polisi bawa tiga perempuan, satu laki-laki dari penggeledahan rumah pelaku bom bunuh diri
Pewarta : Santoso
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jalan nasional penghubung Bukittinggi -Sumut tertimbun longsor di Palupuh (Video)
23 November 2025 20:58 WIB
Pemkab Pasaman Barat jajaki kerja sama penyediaan benih sawit ke PPKS Medan
01 October 2025 18:20 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB