Airlangga sebut Kartu Pra Kerja biayai masyarakat ikuti pelatihan menuju dunia kerja
Rabu, 13 November 2019 9:42 WIB
Joko Widodo menunjukkan kartu Pra Kerja (26/3/2019). ANTARA /Rahmad/hp. (ANTARA FOTO/RAHMAD)
Makassar, (ANTARA) - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah membuka kesempatan membiayai masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan menuju dunia kerja melalui program Kartu Pra Kerja sebagai salah satu gagasan menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia.
"Pemerintah akan meluncurkan Kartu Pra Kerja. Dimana, Kartu Pra Kerja itu memberikan kesempatan masyarakat untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. Pelatihan bisa di balai latihan kerja maupun bisa pelatihan di instansi swasta," tutur Airlangga seusai menghadiri Munas Dekopin di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam.
Ia menuturkan, pemerintah akan mengidentifikasikan sektor-sektor mana saja termasuk pelatihan belajar koding dan pemerintah akan memberikan biaya untuk pelatihan tersebut bagi masyarakat yang telah memiliki Kartu Pra Kerja.
"Biaya bisa Rp30 juta, bisa di atas itu, bisa juga di bawah itu dan pemerintah nantinya akan memberikannya dalam bentuk kartu dan juga platform digital. Nah, ini nanti disiapkan oleh kantor Menko Perekonomian dua tiga bulan mendatang," ujarnya kepada wartawan.
Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, dengan lahirnya kebijakan ekonomi tersebut saat rapat kabinet dalam rangka transformasi perekonomian menuju industri 4.0, pemerintah akan melakukan pelatihan-pelatihan dalam bentuk upskiling dan framing.
Kartu Pra Kerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan.
Kartu ini merupakan salah satu program Presiden Joko Widodo saat masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan kartu sembako murah. (*)
"Pemerintah akan meluncurkan Kartu Pra Kerja. Dimana, Kartu Pra Kerja itu memberikan kesempatan masyarakat untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. Pelatihan bisa di balai latihan kerja maupun bisa pelatihan di instansi swasta," tutur Airlangga seusai menghadiri Munas Dekopin di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam.
Ia menuturkan, pemerintah akan mengidentifikasikan sektor-sektor mana saja termasuk pelatihan belajar koding dan pemerintah akan memberikan biaya untuk pelatihan tersebut bagi masyarakat yang telah memiliki Kartu Pra Kerja.
"Biaya bisa Rp30 juta, bisa di atas itu, bisa juga di bawah itu dan pemerintah nantinya akan memberikannya dalam bentuk kartu dan juga platform digital. Nah, ini nanti disiapkan oleh kantor Menko Perekonomian dua tiga bulan mendatang," ujarnya kepada wartawan.
Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, dengan lahirnya kebijakan ekonomi tersebut saat rapat kabinet dalam rangka transformasi perekonomian menuju industri 4.0, pemerintah akan melakukan pelatihan-pelatihan dalam bentuk upskiling dan framing.
Kartu Pra Kerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan.
Kartu ini merupakan salah satu program Presiden Joko Widodo saat masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan kartu sembako murah. (*)
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menuju predikat SAKIP A, Kementerian ATR/BPN fokus perkuat tujuh pra-kondisi
13 August 2025 11:02 WIB
Lima Tahun Bergulir, Program Light Up The Dream Donasi Pegawai PLN Nyalakan 29.109 Listrik Gratis untuk Keluarga Pra Sejahtera
27 January 2025 10:43 WIB, 2025
Program listrik gratis ligh up the dream PLN bantu keluarga pra sejahtera di Tanah Datar
15 January 2025 17:18 WIB, 2025
Sekdakab Buka Rapat Pra Orientasi Penyusunan RPJMD Kabupaten Pesisir Selatan
15 January 2025 15:17 WIB, 2025
Stella Christie diharapkan mampu optimalkan cara belajar mahasiswa RI
21 October 2024 10:02 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Senin (11/05/2026) pagi ini harga emas Antam turun Rp20.000 jadi Rp2,819 juta/gr
11 May 2026 9:53 WIB