BEM SI bakal undang Presiden Jokowi untuk dialog terbuka
Kamis, 17 Oktober 2019 18:09 WIB
Perwakilan BEM SI menyerahkan baliho bergambar tikus berdasi kepada pihak kepolisian saat aksi damai di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019). (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Jakarta (ANTARA) - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) merencanakan untuk mengundang Presiden Joko Widodo dalam dialog terbuka, 21 Oktober 2019 atau sehari setelah pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terpilih 2019-2024.
"BEM SI akan menggelar aksi besar-besaran usai pelantikan presiden, 20 Oktober 2019," kata Koordinator Aksi, Erfan Kurniawan di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis.
Erfan menegaskan BEM SI tetap pada substansi tuntutan yakni mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.
"Kami undang Presiden Jokowi dalam dialog terbuka, di luar ruangan, pas kami gelar aksi itu," kata Erfan.
Erfan membantah jika ada upaya yang mengatakan aksi tersebut untuk menggagalkan pelantikan presiden.
"Kami tidak akan melaksanakan aksi hingga 20 Oktober 2019," katanya.
BEM SI tetap optimis bahwa Presiden Jokowi akan mengeluarkan Perppu KPK karena itu merupakan Nawacita Presiden.
Erfan mengatakan dialog terbuka merupakan bagian dari penuntasan demokrasi dan evaluasi Nawacita Jokowi.
Aksi damai BEM SI dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, diiringi lagu-lagu perjuangan mahasiswa seperti darah juang, pembebasan, buruh tani hingga totalitas perjuangan.
Sebanyak 600 personel kepolisian dari Polda Metro Jaya turut memberikan pengamanan dan pelayanan kepada massa aksi agar berjalan dengan aman dan tertib.
Aksi damai berakhir pukul 16.00 WIB ditandai penyerahan baliho bergambar tikus berdasi kepada pihak kepolisian.
"BEM SI akan menggelar aksi besar-besaran usai pelantikan presiden, 20 Oktober 2019," kata Koordinator Aksi, Erfan Kurniawan di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis.
Erfan menegaskan BEM SI tetap pada substansi tuntutan yakni mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.
"Kami undang Presiden Jokowi dalam dialog terbuka, di luar ruangan, pas kami gelar aksi itu," kata Erfan.
Erfan membantah jika ada upaya yang mengatakan aksi tersebut untuk menggagalkan pelantikan presiden.
"Kami tidak akan melaksanakan aksi hingga 20 Oktober 2019," katanya.
BEM SI tetap optimis bahwa Presiden Jokowi akan mengeluarkan Perppu KPK karena itu merupakan Nawacita Presiden.
Erfan mengatakan dialog terbuka merupakan bagian dari penuntasan demokrasi dan evaluasi Nawacita Jokowi.
Aksi damai BEM SI dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, diiringi lagu-lagu perjuangan mahasiswa seperti darah juang, pembebasan, buruh tani hingga totalitas perjuangan.
Sebanyak 600 personel kepolisian dari Polda Metro Jaya turut memberikan pengamanan dan pelayanan kepada massa aksi agar berjalan dengan aman dan tertib.
Aksi damai berakhir pukul 16.00 WIB ditandai penyerahan baliho bergambar tikus berdasi kepada pihak kepolisian.
Pewarta : Fauzi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan gelar deklarasi damai Pilwana Badunsanak 2025
08 December 2025 14:06 WIB
Deklarasi Damai Pilwana 2025: Pesisir Selatan sepakat wujudkan pemilihan badunsanak dan berintegritas
08 December 2025 13:50 WIB
Aspirasi mahasiswa tersampaikan, aksi massa HMI-GMNI di DPRD Pasaman berlangsung damai
08 September 2025 17:25 WIB
Aspirasi tersampaikan, unjuk rasa di DPRD Pasaman Barat berlangsung damai
01 September 2025 19:08 WIB