Menantu Wiranto: Kondisi Menkopolhukam semakin membaik
Kamis, 17 Oktober 2019 12:52 WIB
Menantu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Abdi Setiawan Effendy ditemui di Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (ANTARA News/Fathur Rochman)
Jakarta, (ANTARA) - Menantu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Abdi Setiawan Effendi mengatakan kondisi sang mertua telah semakin membaik, pasca peristiwa penusukan yang terjadi di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10).
"Sudah bagus, yang jelas semakin membaik," ujar Abdi di Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis.
Abdi mengatakan kondisi Wiranto setelah tujuh hari dirawat telah berangsur pulih, baik secara medis maupun rohani. Mantan Panglima ABRI tersebut sudah dapat mencerna asupan makanan dengan baik.
Komunikasi dengan pihak keluarga juga berjalan lancar. Bahkan suami dari Amalia Sianti itu mengatakan Wiranto telah mulai bisa berjalan beberapa langkah.
"Tiap hari perkembangannya bagus terus, dari mulai pindah dari ICCU, lalu pindah dokter kemudian makanan juga sudah mulai masuk secara bertahap, komunikasi juga baik. Semuanya bagus," ujar dia.
"Nanti kalau bapak sudah selesai, mungkin bapak bisa cerita langsung detailnya semua," sambung dia.
Namun demikian, Abdi belum bisa memastikan kapan Wiranto dapat meninggalkan rumah sakit. Dia meminta doa dari masyarakat untuk kesembuhan mertuanya agar dapat kembali pulih dan beraktivitas seperti sedia kala.
Terkait peristiwa penusukan yang menimpa Wiranto, pihak keluarga masih enggan memberikan komentar. Abdi mengatakan saat ini keluarga masih fokus untuk mengupayakan kesembuhan bagi Wiranto.
"Yang penting sehat dulu, sehat dulu, kalau sudah sehat nanti baru (memberikan komentar)," kata dia.
Menko Polhukam Wiranto mendapat perawatan di RSPAD Gatot Soebroto akibat ditusuk oleh orang tak dikenal di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Insiden itu terjadi ketika Wiranto melakukan kunjungan kerja.
Belakangan pelaku penusukan diketahui bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang diduga terpapar paham radikal.
Wiranto sebelumnya mendapat penanganan medis awal di Puskesmas Menes dan RSUD Berkah, Pandeglang.
Menurut Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firman, Mantan Panglima ABRI itu terkena dua tusukan di bagian perut.
Di hari yang sama, Wiranto kemudian dibawa ke Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Hingga tujuh hari perawatan, kondisi Wiranto dikabarkan telah berangsur membaik. Diketahui dia telah menjalani operasi pemotongan usus yang luma dan sejumlah penanganan medis lainnya, termasuk fisioterapi untuk memulihkan kondisi. (*)
"Sudah bagus, yang jelas semakin membaik," ujar Abdi di Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis.
Abdi mengatakan kondisi Wiranto setelah tujuh hari dirawat telah berangsur pulih, baik secara medis maupun rohani. Mantan Panglima ABRI tersebut sudah dapat mencerna asupan makanan dengan baik.
Komunikasi dengan pihak keluarga juga berjalan lancar. Bahkan suami dari Amalia Sianti itu mengatakan Wiranto telah mulai bisa berjalan beberapa langkah.
"Tiap hari perkembangannya bagus terus, dari mulai pindah dari ICCU, lalu pindah dokter kemudian makanan juga sudah mulai masuk secara bertahap, komunikasi juga baik. Semuanya bagus," ujar dia.
"Nanti kalau bapak sudah selesai, mungkin bapak bisa cerita langsung detailnya semua," sambung dia.
Namun demikian, Abdi belum bisa memastikan kapan Wiranto dapat meninggalkan rumah sakit. Dia meminta doa dari masyarakat untuk kesembuhan mertuanya agar dapat kembali pulih dan beraktivitas seperti sedia kala.
Terkait peristiwa penusukan yang menimpa Wiranto, pihak keluarga masih enggan memberikan komentar. Abdi mengatakan saat ini keluarga masih fokus untuk mengupayakan kesembuhan bagi Wiranto.
"Yang penting sehat dulu, sehat dulu, kalau sudah sehat nanti baru (memberikan komentar)," kata dia.
Menko Polhukam Wiranto mendapat perawatan di RSPAD Gatot Soebroto akibat ditusuk oleh orang tak dikenal di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Insiden itu terjadi ketika Wiranto melakukan kunjungan kerja.
Belakangan pelaku penusukan diketahui bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang diduga terpapar paham radikal.
Wiranto sebelumnya mendapat penanganan medis awal di Puskesmas Menes dan RSUD Berkah, Pandeglang.
Menurut Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firman, Mantan Panglima ABRI itu terkena dua tusukan di bagian perut.
Di hari yang sama, Wiranto kemudian dibawa ke Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Hingga tujuh hari perawatan, kondisi Wiranto dikabarkan telah berangsur membaik. Diketahui dia telah menjalani operasi pemotongan usus yang luma dan sejumlah penanganan medis lainnya, termasuk fisioterapi untuk memulihkan kondisi. (*)
Pewarta : Fathur Rochman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban tewas KDRT di Agam karena ditusuk 13 kali oleh suami sendiri, ini motifnya (Video)
25 November 2021 14:54 WIB, 2021
Begal sadis beraksi di lampu merah, korban ditusuk-tusuk sebelum bawa kabur sepeda motornya
03 June 2021 5:51 WIB, 2021
Kasus pengeroyokan dua anggota TNI, ternyata pelakunya sudah pernah terlibat kasus penusukan
04 January 2021 5:54 WIB, 2021
Kecam penusukan Syekh Ali Jaber, Anggota DPR: Realisasikan regulasi lindungi tokoh agama
14 September 2020 9:33 WIB, 2020
Cekcok dengan wali murid, Kepala SD tewas ditusuk saat berangkat ke sekolah
17 October 2019 12:42 WIB, 2019
Terkait unggahan penusukan Wiranto di medsos, tujuh prajurit kena sanksi satu dari Padang
15 October 2019 18:00 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB