Serangan udara AS di Libya tewaskan belasan gerilyawan
Sabtu, 28 September 2019 7:58 WIB
Seorang polisi Libya memeriksa kendaraan warga sipil yang rusak, setelah sebuah rudal mengenai parkiran terminal bandara Mitiga di Tripoli, Libya, Sabtu (24/8/2019). REUTERS/Hazem Ahmed/wsj/cfo (REUTERS/HAZEM AHMED)
Benghazi (ANTARA) - Pasukan Amerika Serikat pada Jumat (27/9) mengaku telah menewaskan 17 tersangka gerilyawan dalam serangan udara ketiga dalam sepekan mereka di Libya selatan.
Serangan pada Selasa (24/9) itu menghantam barat daya Libya, menurut pernyataan Komando Afrika AS, tanpa menyebutkan lokasi. Penduduk kota Sebha menceritakan mereka mendengar sebuah ledakan dari arah selatan.
Menurut informasi militer AS sebelumnya, dua serangan udara secara terpisah menewaskan 19 tersangka gerilyawan di Libya Selatan.
Sejumlah anggota ISIS mundur ke selatan, menuju gurun Libya saat kelompok itu kehilangan markasnya di kota pesisir Sirte pada akhir 2016.
Amerika Serikat mengatakan tidak akan membiarkan gerilyawan memanfaatkan konflik antara faksi timur dan faksi barat di sekitar ibu kota Tripoli untuk melindungi diri mereka sendiri.
Pasukan Libya Timur pimpinan Khalifa Haftar meluncurkan serangan untuk merebut Tripoli pada April, mengacaukan rencana yang diketuai PBB untuk menjadi mediator dalam penyelesaian poltik di Libya. (*)
Serangan pada Selasa (24/9) itu menghantam barat daya Libya, menurut pernyataan Komando Afrika AS, tanpa menyebutkan lokasi. Penduduk kota Sebha menceritakan mereka mendengar sebuah ledakan dari arah selatan.
Menurut informasi militer AS sebelumnya, dua serangan udara secara terpisah menewaskan 19 tersangka gerilyawan di Libya Selatan.
Sejumlah anggota ISIS mundur ke selatan, menuju gurun Libya saat kelompok itu kehilangan markasnya di kota pesisir Sirte pada akhir 2016.
Amerika Serikat mengatakan tidak akan membiarkan gerilyawan memanfaatkan konflik antara faksi timur dan faksi barat di sekitar ibu kota Tripoli untuk melindungi diri mereka sendiri.
Pasukan Libya Timur pimpinan Khalifa Haftar meluncurkan serangan untuk merebut Tripoli pada April, mengacaukan rencana yang diketuai PBB untuk menjadi mediator dalam penyelesaian poltik di Libya. (*)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pesawat Boeing B-737/AI-7304 Skadron Udara 5 TNI AU distribusikan bantuan ke Sumatera Barat
15 December 2025 23:11 WIB
Daerah terisolir, Pemkab Agam usulkan salurkan bantuan-evakuasi korban melalui udara
29 November 2025 9:38 WIB