Pengunjung sulit capai Air Terjun Tujuh Tingkat
Rabu, 21 Agustus 2019 8:39 WIB
Air Terjun Bayang Sani. (Antara Sumbar/ Fitri Indra)
Padang, (ANTARA) - Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata air terjun Bayang Sani di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat sulit untuk mencapai tingkat dua sampai tujuh air terjun disebabkan jalan menanjak, semak belukar serta jalan licin, padahal pesonanya bisa dinikmati di setiap tingkat.
"Tingkat pertama air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter, terdiri dari air terjun bercabang tiga yang mengalir meliuk-liuk diatas bebatuan cadas dan lokasi ini merupakan air terjun terbesar yang berada di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan," kata Doni, seorang pengunjung warga Kotobaru, Pesisir Selatan, baru-baru ini.
Dari lokasi tempat pembelian tiket sudah terlihat betapa indahnya pesona dari air terjun ini. Menurut cerita dari pemilik warung, air terjun Bayang Sani ini ramai dikunjungi para wisatawan lokal, nasional maupun asiing.
elihat keindahannya, serta menikmati kesejukan dari air terjun tersebut dengan berenang. Tepat di bawah air terjun ini terdapat lubuk yang dimanfaatkan para wisatawan.
Untuk mencapai air ke air terjun tingkat kedua pengunjung dapat meminta bantuan kepada salah satu warga setempat untuk menemani karena air terjun tersebut jarang sekali ada orang yang mengunjunginya, selain jalannya menanjak, melalui jalan setapak disemak belukar juga mendaki bukit sejauh kurang lebih 500 meter dengan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 20-25 menit menuju lokasi.
Suasana di sekitar air terjun tingkat kedua sangat jauh berbeda dengan tingkat pertama, di tingkat kedua lokasinya sangat lembab dan berembun, hampir seluruh lokasinya ditutupi tumbuhan hutan dan pepohonan yang rimbun, sepertinya masih banyak orang yang belum tahu dengan lokasi ini, karena masih terlihat sangat alami sekali.
Pada air terjun tingkat kedua ini hanya ada satu air terjun yang berdiri tegak setinggi 30 meter dan dikelilingi batuan sangat besar. air yang sangat jernih berwarna hijau dan kebiruan pertanda air terjun ini sangat dalam.
Air terjun bayang sani berhulu dari rimba perbukitan airnya sangat jernih, udara bersih dan sejuk dengan pemandangan yang sangat luar biasa, ini suatu anugerah untuk masyarakat Pesisir Selatan.
Menurut Doni sarana yang dibangun oleh pemerintah setempat masih minim dan hanya tempat ganti baju dan toilet saja yang layak. Akses masuk berupa jalan yang kecil dan untuk menikmati keindahannya pengunjung hanya dipungut biaya Rp5.000 saja.
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke air terjun ini perlu penanganan serius dari pemerintah mulai dari insfrastruktur, fasilitas umum dilokasi, kuliner maupun suvenir. (*)
Baca juga: Pebalap TdS 2019 bakal disuguhi pesona panorama Mandeh
Baca juga: TdS 2019, hampir seluruh wilayah Pesisir Selatan dilintasi pebalap
Baca juga: Pesisir Selatan akan bangun Tugu Rababdi pintu masuk ibu kota Kabupaten
* Mahasiswa Magang STKIP PGRI Sumatera Barat
"Tingkat pertama air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter, terdiri dari air terjun bercabang tiga yang mengalir meliuk-liuk diatas bebatuan cadas dan lokasi ini merupakan air terjun terbesar yang berada di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan," kata Doni, seorang pengunjung warga Kotobaru, Pesisir Selatan, baru-baru ini.
Dari lokasi tempat pembelian tiket sudah terlihat betapa indahnya pesona dari air terjun ini. Menurut cerita dari pemilik warung, air terjun Bayang Sani ini ramai dikunjungi para wisatawan lokal, nasional maupun asiing.
elihat keindahannya, serta menikmati kesejukan dari air terjun tersebut dengan berenang. Tepat di bawah air terjun ini terdapat lubuk yang dimanfaatkan para wisatawan.
Untuk mencapai air ke air terjun tingkat kedua pengunjung dapat meminta bantuan kepada salah satu warga setempat untuk menemani karena air terjun tersebut jarang sekali ada orang yang mengunjunginya, selain jalannya menanjak, melalui jalan setapak disemak belukar juga mendaki bukit sejauh kurang lebih 500 meter dengan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 20-25 menit menuju lokasi.
Suasana di sekitar air terjun tingkat kedua sangat jauh berbeda dengan tingkat pertama, di tingkat kedua lokasinya sangat lembab dan berembun, hampir seluruh lokasinya ditutupi tumbuhan hutan dan pepohonan yang rimbun, sepertinya masih banyak orang yang belum tahu dengan lokasi ini, karena masih terlihat sangat alami sekali.
Pada air terjun tingkat kedua ini hanya ada satu air terjun yang berdiri tegak setinggi 30 meter dan dikelilingi batuan sangat besar. air yang sangat jernih berwarna hijau dan kebiruan pertanda air terjun ini sangat dalam.
Air terjun bayang sani berhulu dari rimba perbukitan airnya sangat jernih, udara bersih dan sejuk dengan pemandangan yang sangat luar biasa, ini suatu anugerah untuk masyarakat Pesisir Selatan.
Menurut Doni sarana yang dibangun oleh pemerintah setempat masih minim dan hanya tempat ganti baju dan toilet saja yang layak. Akses masuk berupa jalan yang kecil dan untuk menikmati keindahannya pengunjung hanya dipungut biaya Rp5.000 saja.
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke air terjun ini perlu penanganan serius dari pemerintah mulai dari insfrastruktur, fasilitas umum dilokasi, kuliner maupun suvenir. (*)
Baca juga: Pebalap TdS 2019 bakal disuguhi pesona panorama Mandeh
Baca juga: TdS 2019, hampir seluruh wilayah Pesisir Selatan dilintasi pebalap
Baca juga: Pesisir Selatan akan bangun Tugu Rababdi pintu masuk ibu kota Kabupaten
* Mahasiswa Magang STKIP PGRI Sumatera Barat
Pewarta : Fitri Indra
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nagari Sitalang Agam miliki air terjun tujuh tingkat punya daya tarik wisatawan
06 July 2020 15:34 WIB, 2020
BPJS Ketenagakerjaan Painan tanam pohon di Pantai Salido dukung pelestarian lingkungan
26 June 2026 20:57 WIB
Tujuh ribu sertifikat di Pesisir Selatan sudah elektronik, 40 ribu lainnya menunggu partisipasi masyarakat
21 April 2026 12:20 WIB
Dinas Kesehatan Pessel gelar pertemuan Penyusunan Profil Kesehatan 2025 di Hotel Triza Painan
06 December 2025 6:35 WIB
Terpopuler - Pariwisata
Lihat Juga
Wahana permainan mulai dibangun di objek wisata Pariaman semarakkan Piaman Barayo
28 February 2026 15:56 WIB