Anggota DPR Aceh mengaku dipukuli polisi
Jumat, 16 Agustus 2019 21:14 WIB
Ketua Komisi I DPR Aceh Azhari Cage memperlihatkan bahunya yang lebam setelah dipukul oknum polisi di Gedung DPR Aceh di Banda Aceh, Jumat (16/8/2019). (Antara Aceh/M Haris SA)
Banda Aceh (ANTARA) - Anggota DPR Aceh Azhari Cage mengaku lebam pada beberapa bagian tubuh serta tergores setelah diduga dipukuli sejumlah oknum polisi saat unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPR Aceh, Kamis (15/8).
"Dari hasil visum dokter Rumah Sakit Bhayangkara, ada lebam di rusuk, bahu, dan kepala serta ada goresan di punggung," ungkap Azhari Cage kepada pers, di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan tersebut dikemukakan Azhari Cage di Gedung DPR Aceh. Dalam pernyataan tersebut Azhari Cage didampingi Ketua DPR Aceh Sulaiman, para ketua fraksi dam komisi serta sejumlah anggota lembaga legislatif tersebut.
Azhari Cage mengaku dikeroyok dan dipukuli oknum polisi yang mengamankan unjuk rasa mahasiswa dalam memperingati 15 tahun perdamaian Aceh, Kamis (15/8).
Saat itu, Azhari Cage mengaku mendapat perintah pimpinan DPR Aceh menjumpai pengunjuk rasa. Azhari Cage mendapat tugas tersebut selaku Ketua Komisi I DPR Aceh didampingi Bukhari Selian dari Fraksi PAN selaku anggota komisi.
Saat unjuk rasa, kata dia, dirinya sempat menjumpai mahasiswa. Saat itu, massa mahasiswa mendesak menaikkan bendera bulan bintang di satu dari dua tiang bendera utama DPR Aceh.
Sebelum dipukuli, Azhari Cage mengaku berada di ruang komisi I setelah memfasilitasi massa mahasiswa bertemu dengan Ketua DPR Aceh di ruang rapat pimpinan dewan. Tiba-tiba terdengar kerusuhan di halaman Gedung DPR Aceh.
"Saya melihat ada mahasiswa dipukuli polisi. Saya berteriak jangan dipukuli. Tapi, saya pun ikut dipukuli. Setelah insiden tersebut, beberapa mahasiswa dibawa polisi," ungkap dia.
Azhari Cage menegaskan, insiden tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap institusi negara karena DPR Aceh merupakan lembaga resmi negara dan diakui konstitusi Republik Indonesia.
"Di DPR Aceh saja mereka berani memukul anggota dewan. Bayangkan kalau terjadi di luar gedung dewan dengan korban masyarakat, saya tidak bisa bayangkan," ketus Azhari Cage.
Azhari Cage mengatakan dirinya sudah melaporkan dugaan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dirinya ke Polda Aceh agar insiden tersebut diusut tuntas, sehingga jelas duduk persoalan serta memenuhi rasa keadilan.
"Kami mendesak Polda Aceh menindaklanjuti laporan pemukulan tersebut serta menindak tegas oknum polisi jika terbukti melakukan pemukulan," pungkas Azhari Cage.
"Dari hasil visum dokter Rumah Sakit Bhayangkara, ada lebam di rusuk, bahu, dan kepala serta ada goresan di punggung," ungkap Azhari Cage kepada pers, di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan tersebut dikemukakan Azhari Cage di Gedung DPR Aceh. Dalam pernyataan tersebut Azhari Cage didampingi Ketua DPR Aceh Sulaiman, para ketua fraksi dam komisi serta sejumlah anggota lembaga legislatif tersebut.
Azhari Cage mengaku dikeroyok dan dipukuli oknum polisi yang mengamankan unjuk rasa mahasiswa dalam memperingati 15 tahun perdamaian Aceh, Kamis (15/8).
Saat itu, Azhari Cage mengaku mendapat perintah pimpinan DPR Aceh menjumpai pengunjuk rasa. Azhari Cage mendapat tugas tersebut selaku Ketua Komisi I DPR Aceh didampingi Bukhari Selian dari Fraksi PAN selaku anggota komisi.
Saat unjuk rasa, kata dia, dirinya sempat menjumpai mahasiswa. Saat itu, massa mahasiswa mendesak menaikkan bendera bulan bintang di satu dari dua tiang bendera utama DPR Aceh.
Sebelum dipukuli, Azhari Cage mengaku berada di ruang komisi I setelah memfasilitasi massa mahasiswa bertemu dengan Ketua DPR Aceh di ruang rapat pimpinan dewan. Tiba-tiba terdengar kerusuhan di halaman Gedung DPR Aceh.
"Saya melihat ada mahasiswa dipukuli polisi. Saya berteriak jangan dipukuli. Tapi, saya pun ikut dipukuli. Setelah insiden tersebut, beberapa mahasiswa dibawa polisi," ungkap dia.
Azhari Cage menegaskan, insiden tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap institusi negara karena DPR Aceh merupakan lembaga resmi negara dan diakui konstitusi Republik Indonesia.
"Di DPR Aceh saja mereka berani memukul anggota dewan. Bayangkan kalau terjadi di luar gedung dewan dengan korban masyarakat, saya tidak bisa bayangkan," ketus Azhari Cage.
Azhari Cage mengatakan dirinya sudah melaporkan dugaan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dirinya ke Polda Aceh agar insiden tersebut diusut tuntas, sehingga jelas duduk persoalan serta memenuhi rasa keadilan.
"Kami mendesak Polda Aceh menindaklanjuti laporan pemukulan tersebut serta menindak tegas oknum polisi jika terbukti melakukan pemukulan," pungkas Azhari Cage.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Nusron laporkan progres revisi RTR Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ke Komisi II DPR RI
20 January 2026 12:58 WIB
Legisator minta pemerintah antisipasi bencana susulan di Sumatera, termasuk Sumbar
26 December 2025 21:22 WIB
Titiek Soeharto minta aktivitas pembalakan liar ditertibkan demi antisipasi bencana
30 November 2025 18:36 WIB
Ketua Komisi IV DPR dan Bulog salurkan bantuan pangan korban bencana di Padang
30 November 2025 16:30 WIB
Lebihi target, Badan Pengelola Migas Aceh setor pendapatan negara 2,74 juta dolar AS
09 June 2022 9:25 WIB, 2022
Dukung Pilkada 2022, Fraksi Demokrat DPR RI Terima Kunjungan Komisi I DPR Aceh
10 February 2021 19:57 WIB, 2021