Padang Aro, (ANTARA) - Masyarakat Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menemukan mayat laki-laki yang merupakan warga Mojokerto, Provinsi Jawa Timur dalam keadaan tertutup kain panjang di sebuah kebun cabai di daerah itu pada Selasa pagi sekitar pukul 7.30 Wib. 

Wali Nagari Lubuak Gadang, Ultradinata didampingi Kepala Jorong Sarik Taba Adek Dias di Padang Aro, Selasa, mengatakan mayat yang ditemukan tersebut diketahui bernama Saparudin (39), ditemukan pertama kali oleh seorang petani yang akan memetik cabai rawit di kebunnya. 

Baca juga: Mayat di kebun cabai, polisi temukan gelas plastik berisi racun dekat Sabarudin

"Pertama kali melihat si petani mengira ada orang tidur di kebunnya karena seluruh tubuhnya ditutupi kain panjang, setelah dilihat dari dekat ternyata sudah meninggal dan ia langsung memberitahukan ke warga dan menghubungi polisi," kata dia. 

Dia mengatakan mayat tersebut mengeluarkan busa dari dalam mulutnya, dan di dekat mayat ada juga sendal jepit. 

Baca juga: Pria ini ditemukan tewas di kamar mandi penginapan

Mayat tersebut ditemukan masih dalam keadaan berpakaian rapi, menggunakan sepatu, baju kemeja, dan celana jeans, dan di sekitar lokasi juga ada botol berwarna biru. 

Pihak Jorong memastikan bahwa mayat tersebut bukan warganya, dan masyarakat setempat juga tidak ada yang mengenalnya. 

Penemuan mayat itu tidak jauh dari jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang sedang pengerjaan di daerah itu. 

Pihaknya juga sudah benginformasikan penemuan mayat ini kepada pihak kontraktor proyek SUTT dan saat evakuasi juga terlihat rekanan Indokarya yang mengerjakan SUTT. 

Baca juga: Petani ditemukan meninggal di jurang sedalam 20 meter di Agam, ini identitasnya

Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto melalui Kasat Reskrim AKP M Rosidi mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi dan mengevakuasi mayat tersebut. 

"Sekarang kami bawa ke Puskesmas dulu nanti kami informasikan lagi," ujarnya. 

Dia menyebutkan, pihaknya membawa mayat tersebut ke Puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Pewarta : Erik Ifansyah Akbar
Editor : Mukhlisun
Copyright © ANTARA 2024