Musim kemarau tiba, warga diminta waspadai ancaman kebakaran
Selasa, 30 Juli 2019 19:38 WIB
Ilustrasi. (Antara Kalteng/Norjani)
Padang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan warga agar mewaspadai hal yang bisa memicu kebakaran, khususnya saat musim kemarau.
"Kami imbau warga untuk waspada terhadap benda yang bisa memicu kebakaran saat masa kemarau," kata Kepala Bidang Operasional Pemadam Kebakaran Padang Basril, di Padang, Selasa.
Ia mengatakan hal itu sejalan dengan imbauan Wali Kota Padang sebagai upaya mengantisipasi kebakaran.
Imbauan tersebut juga mempertimbangkan perkiraan BMKG yang menyebutkan kemarau akan berlangsung hingga Agustus.
"Oleh karena itu barang yang mudah terbakar harus dijauhkan, karena dikhawatirkan bereaksi pada suhu panas tertentu," katanya.
Hal yang sama juga disarankan kepada barang berupa bahan gas cair ataupun minyak, karena mudah terkontaminasi dengan titik nyala api.
"Jika sudah terkontaminasi maka sulit mengevakuasinya secara cepat," jelasnya.
Berdasarkan data setidaknya sejak awal Juli tercatat sebanyak sembilan kasus kebakaran di Padang.
Terakhir kebakaran terjadi di kawasan Simpang Cendana, Jalan Sutan Syahrir, Mata Air, Padang, pada Selasa (30/7), sekitar pukul 15.05 WIB.
Kebakaran itu menghanguskan sekitar enam unit toko dari tiga pemilik berupa toko sate, perabot, dan reparasi kursi.
Petugas menurunkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan amukan si jago merah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapi ratusan juta Rupiah.
Untuk penyebab pasti kebakaran masih menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian.
"Kami imbau warga untuk waspada terhadap benda yang bisa memicu kebakaran saat masa kemarau," kata Kepala Bidang Operasional Pemadam Kebakaran Padang Basril, di Padang, Selasa.
Ia mengatakan hal itu sejalan dengan imbauan Wali Kota Padang sebagai upaya mengantisipasi kebakaran.
Imbauan tersebut juga mempertimbangkan perkiraan BMKG yang menyebutkan kemarau akan berlangsung hingga Agustus.
"Oleh karena itu barang yang mudah terbakar harus dijauhkan, karena dikhawatirkan bereaksi pada suhu panas tertentu," katanya.
Hal yang sama juga disarankan kepada barang berupa bahan gas cair ataupun minyak, karena mudah terkontaminasi dengan titik nyala api.
"Jika sudah terkontaminasi maka sulit mengevakuasinya secara cepat," jelasnya.
Berdasarkan data setidaknya sejak awal Juli tercatat sebanyak sembilan kasus kebakaran di Padang.
Terakhir kebakaran terjadi di kawasan Simpang Cendana, Jalan Sutan Syahrir, Mata Air, Padang, pada Selasa (30/7), sekitar pukul 15.05 WIB.
Kebakaran itu menghanguskan sekitar enam unit toko dari tiga pemilik berupa toko sate, perabot, dan reparasi kursi.
Petugas menurunkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan amukan si jago merah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapi ratusan juta Rupiah.
Untuk penyebab pasti kebakaran masih menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian.
Pewarta : Fathul Abdi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB