Jenazah Ustadz Muhammad Arifin Ilham akan dishalatkan dua kali di Bogor
Kamis, 23 Mei 2019 4:55 WIB
Ketua Yayasan Az-Zikra, Khotib Kholil (memegang mic) saat diwawancarai awak media di Az-Zikra Sentul, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Kamis (23/5/2019). (M Fikri Setiawan).
Bogor, (ANTARA) - Ketua Yayasan Az-Zikra, Khotib Kholil menyebutkan bahwa jenazah Ustadz Muhammad Arifin Ilham akan dua kali dishalatkan di dua lokasi berbeda ketika tiba di Bogor, Jawa Barat, sesuai wasiat almarhum.
"Beliau beramanat ingin dishalatkan di Az-Zikra Sentul, setelah itu dishalatkan juga di Az-Zikra Gunung Sindur, lalu dimakamkan di sana (Gunung Sindur)," ujarnya kepada awak media di Az-Zikra Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis dinihari.
Menurutnya, jenazah Pimpinan Majelis Az-Zikra itu akan diberangkatkan dari Penang, Malaysia pagi sehingga diperkirakan akan tiba di Bogor Kamis siang.
"Persiapan sebagaimana biasa. Penyambutan oleh santri menggunakan zikir-zikirnya beliau," kata Kholil.
Kholil mengatakan, Ustadz Arifin berangkat ke Penang, Malaysia pada 15 April 2019, atau dua hari menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Almarhum menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit Penang lantaran menderita kanker kelenjar getah bening.
Diberitakan sebelumnya, Kholil menyebutkan bahwa Ustadz Arifin sempat melewati masa kritisnya setelah masuk ruang Intensive Care Unit (ICU) dini hari waktu setempat pada Selasa (21/5).
Namun, kondisi Ustadz Arifin kembali kritis sejak Rabu sore. Kemudian mengembuskan nafas terakhirnya pada Rabu malam. (*)
"Beliau beramanat ingin dishalatkan di Az-Zikra Sentul, setelah itu dishalatkan juga di Az-Zikra Gunung Sindur, lalu dimakamkan di sana (Gunung Sindur)," ujarnya kepada awak media di Az-Zikra Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis dinihari.
Menurutnya, jenazah Pimpinan Majelis Az-Zikra itu akan diberangkatkan dari Penang, Malaysia pagi sehingga diperkirakan akan tiba di Bogor Kamis siang.
"Persiapan sebagaimana biasa. Penyambutan oleh santri menggunakan zikir-zikirnya beliau," kata Kholil.
Kholil mengatakan, Ustadz Arifin berangkat ke Penang, Malaysia pada 15 April 2019, atau dua hari menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Almarhum menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit Penang lantaran menderita kanker kelenjar getah bening.
Diberitakan sebelumnya, Kholil menyebutkan bahwa Ustadz Arifin sempat melewati masa kritisnya setelah masuk ruang Intensive Care Unit (ICU) dini hari waktu setempat pada Selasa (21/5).
Namun, kondisi Ustadz Arifin kembali kritis sejak Rabu sore. Kemudian mengembuskan nafas terakhirnya pada Rabu malam. (*)
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ilham Akbar di RRI Padang: Maggot, solusi cerdas kurangi sampah dan tingkatkan ekonomi warga
10 August 2025 8:51 WIB
BPBD: Sebanyak 1.089 kepala keluarga terdampak banjir Pesisir Selatan
07 January 2025 16:43 WIB, 2025
Azerbaijan: Pesawat yang jatuh di Kazakhstan terkena tembakan darat
30 December 2024 11:30 WIB, 2024