Presiden Jokowi kecam pemboman di Sri Lanka
Senin, 22 April 2019 15:51 WIB
Petugas keamanan melakukan investigasi di lokasi ledakan bom di hotel Shangri-La, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Dinuka Liyanawatte/pras.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengecam pemboman di Sri Lanka yang terjadi pada Minggu (21/4/2019).
"Indonesia mengecam keras serangan bom di beberapa tempat di Sri Lanka, hari ini," demikian cuitan Presiden dalam akun @jokowi di media sosial Twitter, dikutip ANTARA di Jakarta pada Senin.
Kepala Negara menyampaikan rasa belasungkawa dari masyarakat Indonesia atas serangan mematikan tersebut.
Hingga pada Senin pagi, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 207 jiwa.
"Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban," jelas Jokowi.
Presiden juga mendoakan agar korban luka segera pulih.
Menurut harian yang dikelola pemerintah, Daily News, sebanyak delapan ledakan --enam di antaranya pada Minggu pagi dan sisanya pada siang hari-- dilaporkan terjadi di dalam dan luar Ibu Kota Sri Lanka, Kolombo.
Sebanyak 450 orang juga terluka akibat kejadian tersebut.
"Indonesia mengecam keras serangan bom di beberapa tempat di Sri Lanka, hari ini," demikian cuitan Presiden dalam akun @jokowi di media sosial Twitter, dikutip ANTARA di Jakarta pada Senin.
Kepala Negara menyampaikan rasa belasungkawa dari masyarakat Indonesia atas serangan mematikan tersebut.
Hingga pada Senin pagi, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 207 jiwa.
"Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban," jelas Jokowi.
Presiden juga mendoakan agar korban luka segera pulih.
Menurut harian yang dikelola pemerintah, Daily News, sebanyak delapan ledakan --enam di antaranya pada Minggu pagi dan sisanya pada siang hari-- dilaporkan terjadi di dalam dan luar Ibu Kota Sri Lanka, Kolombo.
Sebanyak 450 orang juga terluka akibat kejadian tersebut.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi IX DPR kecam kasus kekerasan seksual dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung
10 April 2025 13:20 WIB
Palestina kecam Israel atas pemindahan paksa pasien ke RS Indonesia
29 December 2024 13:06 WIB, 2024