KAMMI kutuk keras teror bom di Sri Lanka
Senin, 22 April 2019 14:24 WIB
Petugas keamanan melakukan investigasi di lokasi ledakan bom di hotel Shangri-La, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Dinuka Liyanawatte/pras.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Irfan Ahmad Fauzi mengatakan aksi teror bom di Sri Lanka merupakan tragedi kemanusiaan yang harus dilawan seluruh pihak.
"Kami sangat mengutuk keras aksi teror bom yang terjadi di beberapa tempat di Sri Lanka. Semoga para pelaku dapat segera ditangkap, sehingga motifnya dapat diketahui," kata Irfan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Irfan mengatakan siapapun yang melakukan tindakan keji sebagaimana terjadi di Sri Lanka tidak berkaitan dengan agama apa pun. Apa lagi yang disasar adalah tempat ibadah.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI Ibadurrahman mengatakan ajaran Islam sangat menghargai dan menghormati ajaran dan tempat ibadah agama lain.
"Bahkan dalam perang sekalipun, Islam sangat melarang merusak tempat ibadah agama Kristen dan Yahudi. Kami tidak paham pemikiran apa yang dianut para pelaku pengeboman itu," katanya.
Kepada para korban dan keluarganya, PP KAMMI menyampaikan turut berduka cita atas tragedi tersebut. PP KAMMI juga mengajak masyarakat internasional untuk bersama-sama bergandengan tangan melawan aksi terorisme.
Sebelumnya, terjadi aksi teror bom di Srilangka saat perayaan paskah pada Minggu (21/4).
Ledakan bom terjadi di empat hotel, tiga gereja, dan satu rumah. Jumlah korban tewas mencapai 215 orang dengan korban luka mencapai 450 orang.
"Kami sangat mengutuk keras aksi teror bom yang terjadi di beberapa tempat di Sri Lanka. Semoga para pelaku dapat segera ditangkap, sehingga motifnya dapat diketahui," kata Irfan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Irfan mengatakan siapapun yang melakukan tindakan keji sebagaimana terjadi di Sri Lanka tidak berkaitan dengan agama apa pun. Apa lagi yang disasar adalah tempat ibadah.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI Ibadurrahman mengatakan ajaran Islam sangat menghargai dan menghormati ajaran dan tempat ibadah agama lain.
"Bahkan dalam perang sekalipun, Islam sangat melarang merusak tempat ibadah agama Kristen dan Yahudi. Kami tidak paham pemikiran apa yang dianut para pelaku pengeboman itu," katanya.
Kepada para korban dan keluarganya, PP KAMMI menyampaikan turut berduka cita atas tragedi tersebut. PP KAMMI juga mengajak masyarakat internasional untuk bersama-sama bergandengan tangan melawan aksi terorisme.
Sebelumnya, terjadi aksi teror bom di Srilangka saat perayaan paskah pada Minggu (21/4).
Ledakan bom terjadi di empat hotel, tiga gereja, dan satu rumah. Jumlah korban tewas mencapai 215 orang dengan korban luka mencapai 450 orang.
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung ATR/BPN dalam pelaksanaan KKN Pertanahan, Gubernur DIY: Tata kelola yang baik lahir dari kolaborasi
11 February 2026 14:56 WIB
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Ny. Sri Hayati Maigus Nasir sambut TP-PKK Kabupaten Bintan yang studi banding ke Kota Padang
29 October 2025 14:52 WIB
Sri Sultan Hamengkubuwono X apresiasi penyerahan sertifikat tanah untuk masyarakat Gunungkidul
10 October 2025 9:29 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB