Warga Morowali tetap diminta waspada
Jumat, 12 April 2019 20:41 WIB
Ilustrasi Gempa (ist)
Semarang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah tetap meningkatkan kewaspadaan meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengakhiri peringatan dini tsunami.
"Masyarakat di sekitar pesisir Kabupaten Morowali yang dinyatakan berpotensi tsunami dengan tingkat waspada sebelumnya oleh BMKG diminta tetap meningkatkan kewaspadaannya," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan tertulis yang diterima di Semarang, Jumat.
Sutopo mengatakan banyak warga di sekitar pesisir luar Kabupaten Morowali yang mengungsi ke bukit-bukit dan daerah yang lebih tinggi seperti warga Luwuk di Kabupaten Banggai dan warga Kabupaten Banggai Kepulauan.
Bahkan warga yang merasakan guncangan gempa di Taliabu, Maluku Utara juga mengungsi sebagian.
"BPBD saat ini masih melakukan pendataan dan pemantauan dampak gempa 6,9 Skala Richter. Beberapa daerah mengalami listrik padam," jelasnya
Sutopo mengatakan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat merasakan guncangan gempa yang keras. Warga Kota Palu merasakan guncangan gempa keras selama enam detik.
Guncangan gempa keras juga dirasakan warga Luwu Timur selama empat detik dan warga Banggai selama enam detik.
"Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD. Update dampak gempa akan disampaikan berikutnya," katanya.
Sebelumnya, terjadi gempa 6,9 Skala Richter pada Jumat pukul 18.40 WIB di 85 kilometer Barat Daya Kepulauan Banggai, 113 kilometer Barat Daya Banggai, dan 113 Timur Laut Morowali.
Pusat gempa berada pada koordinat 1,90 Lintang Selatan dan 122,54 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: BMKG akhiri peringatan dini tsunami gempa Sulteng
Baca juga: Sinyal telepon hilang di Morowali pascagempa
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan waspada tsunami untuk Morowali, masyarakat diminta mengungsi
"Masyarakat di sekitar pesisir Kabupaten Morowali yang dinyatakan berpotensi tsunami dengan tingkat waspada sebelumnya oleh BMKG diminta tetap meningkatkan kewaspadaannya," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan tertulis yang diterima di Semarang, Jumat.
Sutopo mengatakan banyak warga di sekitar pesisir luar Kabupaten Morowali yang mengungsi ke bukit-bukit dan daerah yang lebih tinggi seperti warga Luwuk di Kabupaten Banggai dan warga Kabupaten Banggai Kepulauan.
Bahkan warga yang merasakan guncangan gempa di Taliabu, Maluku Utara juga mengungsi sebagian.
"BPBD saat ini masih melakukan pendataan dan pemantauan dampak gempa 6,9 Skala Richter. Beberapa daerah mengalami listrik padam," jelasnya
Sutopo mengatakan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat merasakan guncangan gempa yang keras. Warga Kota Palu merasakan guncangan gempa keras selama enam detik.
Guncangan gempa keras juga dirasakan warga Luwu Timur selama empat detik dan warga Banggai selama enam detik.
"Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD. Update dampak gempa akan disampaikan berikutnya," katanya.
Sebelumnya, terjadi gempa 6,9 Skala Richter pada Jumat pukul 18.40 WIB di 85 kilometer Barat Daya Kepulauan Banggai, 113 kilometer Barat Daya Banggai, dan 113 Timur Laut Morowali.
Pusat gempa berada pada koordinat 1,90 Lintang Selatan dan 122,54 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: BMKG akhiri peringatan dini tsunami gempa Sulteng
Baca juga: Sinyal telepon hilang di Morowali pascagempa
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan waspada tsunami untuk Morowali, masyarakat diminta mengungsi
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tunjang pengelolaan data pertanahan dan tata ruang, Wamen Ossy paparkan potensi penggunaan AI
30 January 2026 10:12 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB