Komite Eksekutif PSSI putuskan gelar kongres luar biasa
Rabu, 20 Februari 2019 6:14 WIB
Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (ANTARA FOTO/Wibowo Armando/RN/WSJ)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk menggelar kongres luar biasa (KLB) yang ditujukan memilih kepengurusan baru organisasi, termasuk pergantian ketua umum.
Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Rabu dini hari, keputusan itu diambil dalam rapat komite eksekutif PSSI yang dipimpin oleh Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (19/2) malam.
Ada dua agenda dalam KLB yaitu pertama, membentuk perangkat komite pemilihan (KP) dan komite banding pemilihan (KBP). Kedua, menetapkan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.
"PSSI akan mengutus perwakilan ke Kantor FIFA di Zurich, Swiss, untuk berkoordinasi dengan FIFA dan mendapatkan arahan serta rekomendasi yang tepat," kata Joko Driyono.
Joko sendiri baru menjabat ketua umum PSSI sejak Minggu, 20 Januari 2019, setelah Edy Rahmayadi mengundurkan diri dalam kongres tahunan PSSI.
Dalam prosesnya, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan barang bukti oleh Polri, Jumat (15/2). Barang bukti tersebut dianggap perlu oleh Satgas Antimafia Bola Polri untuk menyelidiki kasus pengaturan skor.
Terkait KLB, berdasarkan pasal 30 Statuta PSSI, komite eksekutif PSSI memang memiliki hak untuk meminta digelarnya KLB setiap saat tanpa perlu persetujuan pemilik suara atau voters.
Dalam KLB yang digagas oleh exco ini, seluruh agenda kongres akan disusun oleh komite eksekutif.
Sebelumnya, wacana tentang perlunya KLB atas inisiatif komite eksekutif salah satunya datang dari Manajer Madura United Haruna Soemitro.
"KLB sebaiknya jangan atas prakarsa voters atau para klub karena tahun ini tahun politik. Kalau begitu sepak bola sebagai pemersatu bangsa dapat kembali tercabik-cabik karena urusan KLB," ujar Haruna, Senin (18/2). (*)
Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Rabu dini hari, keputusan itu diambil dalam rapat komite eksekutif PSSI yang dipimpin oleh Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (19/2) malam.
Ada dua agenda dalam KLB yaitu pertama, membentuk perangkat komite pemilihan (KP) dan komite banding pemilihan (KBP). Kedua, menetapkan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.
"PSSI akan mengutus perwakilan ke Kantor FIFA di Zurich, Swiss, untuk berkoordinasi dengan FIFA dan mendapatkan arahan serta rekomendasi yang tepat," kata Joko Driyono.
Joko sendiri baru menjabat ketua umum PSSI sejak Minggu, 20 Januari 2019, setelah Edy Rahmayadi mengundurkan diri dalam kongres tahunan PSSI.
Dalam prosesnya, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan barang bukti oleh Polri, Jumat (15/2). Barang bukti tersebut dianggap perlu oleh Satgas Antimafia Bola Polri untuk menyelidiki kasus pengaturan skor.
Terkait KLB, berdasarkan pasal 30 Statuta PSSI, komite eksekutif PSSI memang memiliki hak untuk meminta digelarnya KLB setiap saat tanpa perlu persetujuan pemilik suara atau voters.
Dalam KLB yang digagas oleh exco ini, seluruh agenda kongres akan disusun oleh komite eksekutif.
Sebelumnya, wacana tentang perlunya KLB atas inisiatif komite eksekutif salah satunya datang dari Manajer Madura United Haruna Soemitro.
"KLB sebaiknya jangan atas prakarsa voters atau para klub karena tahun ini tahun politik. Kalau begitu sepak bola sebagai pemersatu bangsa dapat kembali tercabik-cabik karena urusan KLB," ujar Haruna, Senin (18/2). (*)
Pewarta : Michael Siahaan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tuntutan jaksa belum siap, sidang pembacaan tuntutan Joko Driyono kembali ditunda
02 July 2019 19:22 WIB, 2019
Jokdri kembali jalani pemeriksaan lanjutan dugaan perusakan barang bukti
06 March 2019 14:43 WIB, 2019
Kejagung terima SPDP Joko Driyono dalam kasus dugaan penghancuran barang bukti
20 February 2019 18:27 WIB, 2019
Polisi: Joko Driyono diduga berperan penting dalam skandal pengaturan skor sepakbola
20 February 2019 6:10 WIB, 2019