Basarnas catat 1.941 orang luka-luka akibat tsunami Selat Sunda
Jumat, 4 Januari 2019 16:12 WIB
Seorang polwan menggendong anak melintasi penyintas tsunami Selat Sunda dari Pulau Sebesi berada di GOR Kaliada, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1/2019). Pemerintah akan merelokasi rumah warga yang berada di pesisir pantai Pulau Sebesi ke daerah yang lebih tinggi di pulau tersebut. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.)
Pandeglang, (Antaranews Sumbar) - Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat 1.941 orang mengalami luka-luka akibat diterjang gelombang tsunami yang melanda kawasan Perairan Selat Sunda wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung.
"Tsunami di dua provinsi itu juga menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 433 orang dan 12 orang hilang," kata Kepala Basarnas Banten, Zaenal Aripin di Posko Terpadu Penanggulangan Tsunami di Labuan, Pandeglang, Jumat.
Selama ini, tim SAR gabungan dinilai berhasil dalam melaksanakan evakuasi korban tsunami di pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung.
Mereka tim SAR gabungn TNI, Polri, BNPB dan BPBD bekerja keras untuk mencari warga yang hilang baik dalam kondisi meninggal maupun hidup.
Sebab, tsunami dipastikan banyak korban sehingga diprioritaskan evakuasi dan penyelamatan.
Meski cuaca di wilayah itu cukup buruk disertai hujan deras dan angin kencang, namun tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi korban tsunami.
Mereka satu per satu korban tsunami baik meninggal maupun luka-luka dilarikan ke Puskesmas dan RSUD Berkah Pandeglang.
"Kita mengapresiasi tim SAR gabungan itu hampir semua korban bisa ditemukan," ujarnya.
Menurut dia, saat ini jumlah warga yang mengalami luka-luka sebanyak 1.941 orang dan meninggal 433 orang.
Kemungkinan korban tsunami bertambah, karena dipastikan 12 orang belum ditemukan.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sepanjang pesisir Pandeglang.
Namun, mereka memfokuskan pencarian korban tsunami di tiga sektor antara lain sektor I Pantai Carita- Pantai Labuan, sektor II Pantai Panimbang-Tanjung Lesung dan sektor III Pantai Tanjung Lesung-Sumur.
"Kami berharap semua korban tsunami bisa ditemukan," ujarnya.
Sementara itu, lima jenazah yang belum teridentifikasi di RSUD Berkah Pandeglang dimakamkan secara massal di pemakaman Nini Aki Jalan Raya Serang di Desa Cigadung Kecamatan Karang Tanjung Pandeglang. (*)
"Tsunami di dua provinsi itu juga menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 433 orang dan 12 orang hilang," kata Kepala Basarnas Banten, Zaenal Aripin di Posko Terpadu Penanggulangan Tsunami di Labuan, Pandeglang, Jumat.
Selama ini, tim SAR gabungan dinilai berhasil dalam melaksanakan evakuasi korban tsunami di pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung.
Mereka tim SAR gabungn TNI, Polri, BNPB dan BPBD bekerja keras untuk mencari warga yang hilang baik dalam kondisi meninggal maupun hidup.
Sebab, tsunami dipastikan banyak korban sehingga diprioritaskan evakuasi dan penyelamatan.
Meski cuaca di wilayah itu cukup buruk disertai hujan deras dan angin kencang, namun tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi korban tsunami.
Mereka satu per satu korban tsunami baik meninggal maupun luka-luka dilarikan ke Puskesmas dan RSUD Berkah Pandeglang.
"Kita mengapresiasi tim SAR gabungan itu hampir semua korban bisa ditemukan," ujarnya.
Menurut dia, saat ini jumlah warga yang mengalami luka-luka sebanyak 1.941 orang dan meninggal 433 orang.
Kemungkinan korban tsunami bertambah, karena dipastikan 12 orang belum ditemukan.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sepanjang pesisir Pandeglang.
Namun, mereka memfokuskan pencarian korban tsunami di tiga sektor antara lain sektor I Pantai Carita- Pantai Labuan, sektor II Pantai Panimbang-Tanjung Lesung dan sektor III Pantai Tanjung Lesung-Sumur.
"Kami berharap semua korban tsunami bisa ditemukan," ujarnya.
Sementara itu, lima jenazah yang belum teridentifikasi di RSUD Berkah Pandeglang dimakamkan secara massal di pemakaman Nini Aki Jalan Raya Serang di Desa Cigadung Kecamatan Karang Tanjung Pandeglang. (*)
Pewarta : Mansyur
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selalu siaga bencana, pakar ingatkan dua zona megathrust paling berbahaya
27 September 2025 13:33 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB