BNPB masih hitung kerusakan tsunami Selat Sunda
Rabu, 2 Januari 2019 15:39 WIB
Pemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kerugian akibat tsunami Selat Sunda yang melanda lima kabupaten masih dihitung.
"Dari perhitungan itu akan dihitung kebutuhan untuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga pemerintah bisa menyiapkan anggaran," kata Sutopo dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu.
Sutopo mengatakan salah satu kebutuhan mendesak dalam penanganan pengungsi di Kabupaten Pandeglang adalah hunian sementara atau lokasi pengungsian selain bangunan sekolah.
Menurut Sutopo, lebih dari 11 ribu pengungsi di Pandeglang mengungsi di 41 bangunan sekolah yang belum digunakan karena masa libur.
"Namun, Senin (7/1) mendatang murid-murid sudah mulai masuk sekolah sehingga para pengungsi perlu dipindahkan," jelasnya.
Sutopo mengatakan sebenarnya banyak pengungsi di Pandeglang yang mengungsi bukan karena rumahnya rusak melainkan trauma, apalagi ada informasi kemungkinan tsunami susulan.
"Karena itu, kebijakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, mereka akan dikembalikan ke rumahnya masing-masing," katanya.
Tsunami Selat Sunda terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12).
Lima kabupaten di dua provinsi terdampak tsunami tersebut, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten serta Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung. (*)
"Dari perhitungan itu akan dihitung kebutuhan untuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga pemerintah bisa menyiapkan anggaran," kata Sutopo dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu.
Sutopo mengatakan salah satu kebutuhan mendesak dalam penanganan pengungsi di Kabupaten Pandeglang adalah hunian sementara atau lokasi pengungsian selain bangunan sekolah.
Menurut Sutopo, lebih dari 11 ribu pengungsi di Pandeglang mengungsi di 41 bangunan sekolah yang belum digunakan karena masa libur.
"Namun, Senin (7/1) mendatang murid-murid sudah mulai masuk sekolah sehingga para pengungsi perlu dipindahkan," jelasnya.
Sutopo mengatakan sebenarnya banyak pengungsi di Pandeglang yang mengungsi bukan karena rumahnya rusak melainkan trauma, apalagi ada informasi kemungkinan tsunami susulan.
"Karena itu, kebijakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, mereka akan dikembalikan ke rumahnya masing-masing," katanya.
Tsunami Selat Sunda terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12).
Lima kabupaten di dua provinsi terdampak tsunami tersebut, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten serta Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung. (*)
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selalu siaga bencana, pakar ingatkan dua zona megathrust paling berbahaya
27 September 2025 13:33 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB