Korban meninggal tsunami di Lampung 75 orang
Senin, 24 Desember 2018 17:47 WIB
Sejumlah kapal terdampar ke area pemukiman penduduk akibat gelombang tsunami di desa Sukamanah, Anyer, Banten, Senin (24/12/2018). Tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) mengakibatkan sejumlah rumah mengalami rusak berat disebabkan tertabrak kapal serta terendam lumpur. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc./)
Bandarlampung, (Antaranews Sumbar) - Jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Lampung setelah terjadi tsunami di Selat Sunda, hingga Senin sore mencapai sebanyak 75 korban dan 14 korban di antaranya belum teridentifikasi.
Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, 14 korban yang belum teridentifikasi diantaranya tiga orang dari Dusun Kunjir, empat orang Dusun Laguna, dua orang Dusun Jondong, dan empat orang Dusun Dermaga Bom.
"Ada satu orang wanita dewasa yang belum teridentifikasi," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih menjelaskan di Bandarlampung, Senin.
Dia mengatakan, untuk 61 korban yang telah teridentifikasi diantaranya warga Kalianda, Desa Way Muli, Desa Kunjir, Desa Terusan Nunyai, Desa Rajabasa, Desa Maja, Desa Banding, Desa Legundi, Desa Sukaraja, Tanggamus, Desa Way Muli Timur, dan Desa Merak Belantung.
"Rata-rata korban berumur di atas 50 tahun. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun ada sebanyak sembilan orang," kata dia menerangkan.
Sulis menambahkan, untuk korban luka-luka sampai saat ini ada sebanyak 230 orang. Masing-masing terdata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar sebanyak 213 orang, Puskesmas Way Muli enam orang, Puskesmas Sukaraja enam orang, dan Puskesmas Banding lima orang.
"Semua korban dirawat di masing-masing rumah sakit dan puskesmas," kata dia.
Berikut nama korban yang teridentifikasi berdasarkan daerah :
Kalianda:
Rindu Rahmadani 5 tahun (P)
Tirta 75 tahun (L)
Azizah Amalia 9 tahun (P)
Halma Mutmaina 16 tahun (P)
Didit Purwanto 19 tahun (L)
Dusun Way Muli:
Marsinah 19 tahun (P)
Juanda (L)
Husin 52 tahun (L)
Dirta 73 tahun (L)
Masinah 65 tahun (P)
Mahfudin 30 tahun (L)
Jaya 35 tahun (L)
Aisyah 70 tahun (P)
Rumsiah 70 tahun (P)
Munawati 40 tahun (P)
Azirah 5 tahun (P)
Hamidah 75 tahun (P)
Zahrah 9 tahun (P)
M Yusin 50 tahun (L)
Sumsiah 75 tahun (P)
Otiah 56 tahun (P)
Senen 75 tahun (L)
Rafei 45 tahun (L)
Ayu Saputra 3 tahun (P)
Ika 16 tahun (P)
Mamad Saputra 12 tahun ( L)
Armaisah 52 tahun (p)
Syafredi 65 tahun (L)
Nova 14 tahun (P)
Tubagus Kasim 70 tahun (L)
Rizki Saputra 7 tahun (L)
Ilham 3 tahun (L)
Zahra 2 tahun (P)
Dusun Kunjir
M yusuf 70 tahun (L)
Nurhayati 56 tahun (P)
Ibrahim 70 tahun (L)
Edi Suwarno 50 tahun (L)
Warni 45 tahun (P)
Ahmad Syaiful Putra 8 tahun (L)
Rifki (L)
Dusun Terusan Nunyai
M Rayyan Haidar 15 bulan (L)
Dusun Raja basa
Afifah Khairunnisa 4 tahun (P)
Magdalena 42 tahun (P)
Dusun Maja
Nasiroh 80 tshun (P)
Dusun Banding
Sahiri 69 tahun (L)
Dusun legundi
Roni 55 tahun (L)
Desa Sukaraja
Selvi 1,5 tahun (P)
Tanggamus
Neni Murniati 4 tahun (P)
Desa Way Muli timur
Mukmin (P)
Joko (P)
Endang (L)
Imi (P)
Sardiansyah (P)
Rohimi (P)
Kuwer (P)
Ardi (P)
Ismail (P)
Majid (P)
Juher (P)
Yahya (P), dan
Merak Belantung
Epi Riyadi 31 tahun (P)
(*)
Baca juga: Ini penyebab tsunani Selat Sunda
Baca juga: Penanganan bencana tsunami di Padeglang satu pintu
Baca juga: Kementerian BUMN gerak cepat salurkan bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda
Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, 14 korban yang belum teridentifikasi diantaranya tiga orang dari Dusun Kunjir, empat orang Dusun Laguna, dua orang Dusun Jondong, dan empat orang Dusun Dermaga Bom.
"Ada satu orang wanita dewasa yang belum teridentifikasi," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih menjelaskan di Bandarlampung, Senin.
Dia mengatakan, untuk 61 korban yang telah teridentifikasi diantaranya warga Kalianda, Desa Way Muli, Desa Kunjir, Desa Terusan Nunyai, Desa Rajabasa, Desa Maja, Desa Banding, Desa Legundi, Desa Sukaraja, Tanggamus, Desa Way Muli Timur, dan Desa Merak Belantung.
"Rata-rata korban berumur di atas 50 tahun. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun ada sebanyak sembilan orang," kata dia menerangkan.
Sulis menambahkan, untuk korban luka-luka sampai saat ini ada sebanyak 230 orang. Masing-masing terdata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar sebanyak 213 orang, Puskesmas Way Muli enam orang, Puskesmas Sukaraja enam orang, dan Puskesmas Banding lima orang.
"Semua korban dirawat di masing-masing rumah sakit dan puskesmas," kata dia.
Berikut nama korban yang teridentifikasi berdasarkan daerah :
Kalianda:
Rindu Rahmadani 5 tahun (P)
Tirta 75 tahun (L)
Azizah Amalia 9 tahun (P)
Halma Mutmaina 16 tahun (P)
Didit Purwanto 19 tahun (L)
Dusun Way Muli:
Marsinah 19 tahun (P)
Juanda (L)
Husin 52 tahun (L)
Dirta 73 tahun (L)
Masinah 65 tahun (P)
Mahfudin 30 tahun (L)
Jaya 35 tahun (L)
Aisyah 70 tahun (P)
Rumsiah 70 tahun (P)
Munawati 40 tahun (P)
Azirah 5 tahun (P)
Hamidah 75 tahun (P)
Zahrah 9 tahun (P)
M Yusin 50 tahun (L)
Sumsiah 75 tahun (P)
Otiah 56 tahun (P)
Senen 75 tahun (L)
Rafei 45 tahun (L)
Ayu Saputra 3 tahun (P)
Ika 16 tahun (P)
Mamad Saputra 12 tahun ( L)
Armaisah 52 tahun (p)
Syafredi 65 tahun (L)
Nova 14 tahun (P)
Tubagus Kasim 70 tahun (L)
Rizki Saputra 7 tahun (L)
Ilham 3 tahun (L)
Zahra 2 tahun (P)
Dusun Kunjir
M yusuf 70 tahun (L)
Nurhayati 56 tahun (P)
Ibrahim 70 tahun (L)
Edi Suwarno 50 tahun (L)
Warni 45 tahun (P)
Ahmad Syaiful Putra 8 tahun (L)
Rifki (L)
Dusun Terusan Nunyai
M Rayyan Haidar 15 bulan (L)
Dusun Raja basa
Afifah Khairunnisa 4 tahun (P)
Magdalena 42 tahun (P)
Dusun Maja
Nasiroh 80 tshun (P)
Dusun Banding
Sahiri 69 tahun (L)
Dusun legundi
Roni 55 tahun (L)
Desa Sukaraja
Selvi 1,5 tahun (P)
Tanggamus
Neni Murniati 4 tahun (P)
Desa Way Muli timur
Mukmin (P)
Joko (P)
Endang (L)
Imi (P)
Sardiansyah (P)
Rohimi (P)
Kuwer (P)
Ardi (P)
Ismail (P)
Majid (P)
Juher (P)
Yahya (P), dan
Merak Belantung
Epi Riyadi 31 tahun (P)
(*)
Baca juga: Ini penyebab tsunani Selat Sunda
Baca juga: Penanganan bencana tsunami di Padeglang satu pintu
Baca juga: Kementerian BUMN gerak cepat salurkan bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda
Pewarta : Hisar Sitanggang/Damiri
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selalu siaga bencana, pakar ingatkan dua zona megathrust paling berbahaya
27 September 2025 13:33 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB