BPS : Neraca Perdagangan Provinsi Riau surplus 1,12 miliar Dolar AS
Rabu, 5 Desember 2018 10:39 WIB
Pekanbaru, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menyatakan neraca perdagangan di provinsinya surplus sebesar 1,12 miliar dolar Amerika Serikat (AS), meski pada saat yang sama nilai ekspor dari daerah tersebut melemah.
"Surplus neraca perdagangan dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas sebesar 945,13 juta dolar AS, dan sektor migas sebesar 175,83 juta dolar AS," kata Kepala BPS Riau, Aden Gultom di Pekanbaru, Rabu.
BPS mencatat volume perdagangan, pada bulan Oktober 2018 neraca perdagangan Provinsi Riau mengalami surplus sebesar 1,97 juta ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor nonmigas sebesar 1,63 juta ton, dan sektor migas sebesar 331,98 ribu ton.
Dengan begitu, secara keseluruhan neraca perdagangan Provinsi Riau Januari-Oktober 2018 mengalami surplus sebesar 12,18 miliar dolar AS yang dipicu oleh surplus sektor non migas sebesar 10,08 miliar dolar AS dan sektor migas 2,10 miliar dolar AS.
Dari sisi volume perdagangan, periode Januari-Oktober 2018 mengalami surplus sebesar 20,06 juta ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 15,81 juta ton dan sektor migas sebesar 4,24 juta ton.
Pada saat yang sama BPS mencatat nilai ekspor Riau pada bulan Oktober 2018 mencapai 1,25 miliar dolar AS, atau mengalami penurunan sebesar 9,24 persen dibanding ekspor bulan September 2018 yang sebesar 1,37 miliar dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 10,91 persen dan 8,95 persen.
Ia menjelaskan ekspor minyak dan gas (migas) dari 201,26 juta dolar AS pada bulan September 2018 turun menjadi 179,30 juta dolar AS pada bulan Oktober 2018. Demikian juga ekspor nonmigas dari 1,17 miliar dolar AS pada bulan September 2018 turun menjadi 1,07 miliar dolar AS pada bulan Oktober 2018.
Dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar bulan Oktober 2018 dibanding September 2018, penurunan terbesar terjadi pada Lemak & Minyak Hewan/Nabati, yaitu komoditi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), sebesar 48,41 juta dolar AS.
Kemudian ekspor berbagai Produk Kimia juga turun 35,68 juta dolar AS, dan Bubur Kayu (Pulp) 15,64 juta dolar AS.
Sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada Bahan Kimia Organik sebesar 3,33 juta dolar AS, Bahan- bahan Nabati 2,87 juta dolar AS, serta Tembakau naik sebesar 1,33 juta dolar AS.(*)
"Surplus neraca perdagangan dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas sebesar 945,13 juta dolar AS, dan sektor migas sebesar 175,83 juta dolar AS," kata Kepala BPS Riau, Aden Gultom di Pekanbaru, Rabu.
BPS mencatat volume perdagangan, pada bulan Oktober 2018 neraca perdagangan Provinsi Riau mengalami surplus sebesar 1,97 juta ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor nonmigas sebesar 1,63 juta ton, dan sektor migas sebesar 331,98 ribu ton.
Dengan begitu, secara keseluruhan neraca perdagangan Provinsi Riau Januari-Oktober 2018 mengalami surplus sebesar 12,18 miliar dolar AS yang dipicu oleh surplus sektor non migas sebesar 10,08 miliar dolar AS dan sektor migas 2,10 miliar dolar AS.
Dari sisi volume perdagangan, periode Januari-Oktober 2018 mengalami surplus sebesar 20,06 juta ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 15,81 juta ton dan sektor migas sebesar 4,24 juta ton.
Pada saat yang sama BPS mencatat nilai ekspor Riau pada bulan Oktober 2018 mencapai 1,25 miliar dolar AS, atau mengalami penurunan sebesar 9,24 persen dibanding ekspor bulan September 2018 yang sebesar 1,37 miliar dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 10,91 persen dan 8,95 persen.
Ia menjelaskan ekspor minyak dan gas (migas) dari 201,26 juta dolar AS pada bulan September 2018 turun menjadi 179,30 juta dolar AS pada bulan Oktober 2018. Demikian juga ekspor nonmigas dari 1,17 miliar dolar AS pada bulan September 2018 turun menjadi 1,07 miliar dolar AS pada bulan Oktober 2018.
Dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar bulan Oktober 2018 dibanding September 2018, penurunan terbesar terjadi pada Lemak & Minyak Hewan/Nabati, yaitu komoditi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), sebesar 48,41 juta dolar AS.
Kemudian ekspor berbagai Produk Kimia juga turun 35,68 juta dolar AS, dan Bubur Kayu (Pulp) 15,64 juta dolar AS.
Sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada Bahan Kimia Organik sebesar 3,33 juta dolar AS, Bahan- bahan Nabati 2,87 juta dolar AS, serta Tembakau naik sebesar 1,33 juta dolar AS.(*)
Pewarta : FB Anggoro
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana BPS RI Tinjau Pendataan di Padang Panjang
24 January 2026 9:11 WIB
Wako Fadly Amran : Data Sensus Ekonomi BPS 2026 jadi fondasi kebijakan pembangunan Padang
21 January 2026 16:08 WIB
Sekda Yudesri pimpin bimtek statistik sektoral daerah di BPS Kabupaten Pasaman
09 October 2025 16:44 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB