Kemenag Pasaman luncurkan PTSP
Rabu, 21 November 2018 13:40 WIB
Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, Kakanwil Kemenag Sumbar Hendri menyaksikan penampilan marawis disela launching PTSP Kemenag setempat (Ist)
Lubuksikaping, (Antaranews Sumbar) - Dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasaman, launching Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Launching dihadiri, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Kakanwil Kemenag Sumbar, Hendri, Kakan Kemenag Pasaman, Dedi Wandra, Kepala KUA dan para Kepala Madrasah, Senin.
Kepala Kantor Kemenag Pasaman, Dedi Wandra mengatakan, bahwa louncing PTSP ini merupakan sejarah bagi kemenag setempat. Ia berharap, pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik dengan kehadiran PTSP tersebut.
"PTSP, pada zaman now sebuah kemustian. PTSP ini hadir untuk menyederhankan birokrasi dan menghemat anggaran. Ini dalam rangka akuntalibitas dan transparansi. Ptsp adalah layanan yang berstandar," katanya.
Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kemenag Pasaman akan melayani 130 layanan bidang keagamaan kepada masyarakat. Diantaranya, layanan haji dan umroh, wakaf dan lainnya.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Hendri menjelaskan, PTSP bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan komitmen Kemenag, yaitu memperpendek pelayanan, mewujudkan proses pelayanan cepat yang transparan, pasti dan akuntabel.
"Kemudian memberikan akses yang lebih luas pada masyarakat untuk memperoleh pelayanan terbaik, keterpaduan ekonomis, kombinasi, akuntabilitas dan kenyamanan, melalui pengalaman lima budaya kerja Kemenag yakni integritas, professional, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan," ungkapnya.
Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, louncing PTSP ini merupakan upaya tranformasi pelayanan publik oleh pihak Kemenag setempat dalam rangka melayani masyarakat.
"Hadirnya PTSP ini pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, tranparan, terukur sesuai standar pelayanan. Ini bentuk pelayanan prima Kemenag kepada masyarakat yang haus akan informasi," katanya.
Dikatakan, pelayanan terpadu satu pintu akan menghilangkan budaya Pungli, yang selama ini jadi momok dalam birokrasi. Selain merusak citra dan memberikan dampak buruk bagi instansi pemerintah, pungli juga merugikan masyarakat.
"PTSP, akan menghilangkan budaya pungli. Seperti dalam layanan Zakat, tanah wakaf, haji, umrah, pendidikan dan lainnya. Layanan bidang keagamaan harus terus ditingkatkan. Masyarakat, sangat membutuhkan pelayanan prima," katanya.
Launching dihadiri, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Kakanwil Kemenag Sumbar, Hendri, Kakan Kemenag Pasaman, Dedi Wandra, Kepala KUA dan para Kepala Madrasah, Senin.
Kepala Kantor Kemenag Pasaman, Dedi Wandra mengatakan, bahwa louncing PTSP ini merupakan sejarah bagi kemenag setempat. Ia berharap, pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik dengan kehadiran PTSP tersebut.
"PTSP, pada zaman now sebuah kemustian. PTSP ini hadir untuk menyederhankan birokrasi dan menghemat anggaran. Ini dalam rangka akuntalibitas dan transparansi. Ptsp adalah layanan yang berstandar," katanya.
Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kemenag Pasaman akan melayani 130 layanan bidang keagamaan kepada masyarakat. Diantaranya, layanan haji dan umroh, wakaf dan lainnya.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Hendri menjelaskan, PTSP bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan komitmen Kemenag, yaitu memperpendek pelayanan, mewujudkan proses pelayanan cepat yang transparan, pasti dan akuntabel.
"Kemudian memberikan akses yang lebih luas pada masyarakat untuk memperoleh pelayanan terbaik, keterpaduan ekonomis, kombinasi, akuntabilitas dan kenyamanan, melalui pengalaman lima budaya kerja Kemenag yakni integritas, professional, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan," ungkapnya.
Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, louncing PTSP ini merupakan upaya tranformasi pelayanan publik oleh pihak Kemenag setempat dalam rangka melayani masyarakat.
"Hadirnya PTSP ini pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, tranparan, terukur sesuai standar pelayanan. Ini bentuk pelayanan prima Kemenag kepada masyarakat yang haus akan informasi," katanya.
Dikatakan, pelayanan terpadu satu pintu akan menghilangkan budaya Pungli, yang selama ini jadi momok dalam birokrasi. Selain merusak citra dan memberikan dampak buruk bagi instansi pemerintah, pungli juga merugikan masyarakat.
"PTSP, akan menghilangkan budaya pungli. Seperti dalam layanan Zakat, tanah wakaf, haji, umrah, pendidikan dan lainnya. Layanan bidang keagamaan harus terus ditingkatkan. Masyarakat, sangat membutuhkan pelayanan prima," katanya.
Pewarta : Wahyu
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim ERT Semen Padang ikuti ajang "Sumatera Fire And Rescue Challenge"
19 February 2024 11:33 WIB, 2024
Tutup bulan K3 Nasional, Semen Padang gelar seminar hadirkan ahli K3 dari Dupont
17 February 2024 19:10 WIB, 2024
Dibantu Bibit Semen Padang, kelompok tani Tanjung Gadang tanam 10.000 kaliandra merah
14 February 2024 16:02 WIB, 2024
Aksi Germas Sehat, Semen Padang sosialisasikan PHBS dan bahaya HIV AIDS
13 February 2024 13:36 WIB, 2024
Tingkatkan sinergi semua elemen, Semen Padang gelar sosialisasi sistem manajemen pengamanan obvitnas
10 February 2024 11:40 WIB, 2024
PT Semen Padang serahkan peralatan pengolahan sampah ke Pemprov Sumbar
08 February 2024 18:44 WIB, 2024
"SHE Challenge" di Semen Padang, 23 tim bersaing menjadi yang terbaik
07 February 2024 12:08 WIB, 2024
Program MAGENTA Semen Padang 2024, 44 peserta dari 16 Perguruan Tinggi dalam dan luar Negeri mulai magang
07 February 2024 11:55 WIB, 2024