Sumbar siapkan rendang bantu korban gempa Sulteng
Sabtu, 29 September 2018 17:42 WIB
Ilustrasi rendang. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Batusangkar, (Antaranews Sumbar)- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan rendang yang akan dikirim kepada korban gempa dan tsunami yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Tengah.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Batusangkar, Sabtu, mengungkapkan rasa prihatin atas bencana yang terjadi dan saat ini pihaknya juga sedang mempersiapkan bantuan untuk hal tersebut.
"Dalam waktu dekat kita akan kembali mengumpulkan rendang, bagi masyarakat yang ingin menyumbang silahkan datang ke kantor gubernur," katanya.
Ia menyebutkan, untuk masyarakat yang akan ikut berdonasi diharapkan agar rendang tersebut langsung dikemas dengan satu kemasan seberat setengah kilo.
Hal itu bertujuan agar rendang-rendang tersebut nantinya dapat dengan mudah dibagikan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
Sementara itu, sebelumnya dari Sumbar sudah diberangkatkan relawan dari BPBD, Tagana, dan PMI. Tinggal lagi bantuan dalam bidang logistik.
"Saat ini kita akan mengupayakan bantuan di bidang logistik, seperti makanan, tenda serta pakaian layak pakai," ujarnya.
Ia mengharapkan semoga bantuan yang tengah disiapkan ini dapat bermanfaat. Selain itu ia juga berharap agar bencana alam yang terjadi tidak menelan banyak korban.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengiriman personel Tim SAR maupun logistik ke Kota Palu dan Donggala saat ini belum lancar karena akses darat, udara dan laut menuju daerah terdampak gempa masih sulit ditembus.
"Dengan jalur darat sudah dilakukan sejak semalam tapi karena tidak ada jaringan komunikasi kami tidak bisa dapat laporan dari tim BPBD," katanya.*
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Batusangkar, Sabtu, mengungkapkan rasa prihatin atas bencana yang terjadi dan saat ini pihaknya juga sedang mempersiapkan bantuan untuk hal tersebut.
"Dalam waktu dekat kita akan kembali mengumpulkan rendang, bagi masyarakat yang ingin menyumbang silahkan datang ke kantor gubernur," katanya.
Ia menyebutkan, untuk masyarakat yang akan ikut berdonasi diharapkan agar rendang tersebut langsung dikemas dengan satu kemasan seberat setengah kilo.
Hal itu bertujuan agar rendang-rendang tersebut nantinya dapat dengan mudah dibagikan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
Sementara itu, sebelumnya dari Sumbar sudah diberangkatkan relawan dari BPBD, Tagana, dan PMI. Tinggal lagi bantuan dalam bidang logistik.
"Saat ini kita akan mengupayakan bantuan di bidang logistik, seperti makanan, tenda serta pakaian layak pakai," ujarnya.
Ia mengharapkan semoga bantuan yang tengah disiapkan ini dapat bermanfaat. Selain itu ia juga berharap agar bencana alam yang terjadi tidak menelan banyak korban.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengiriman personel Tim SAR maupun logistik ke Kota Palu dan Donggala saat ini belum lancar karena akses darat, udara dan laut menuju daerah terdampak gempa masih sulit ditembus.
"Dengan jalur darat sudah dilakukan sejak semalam tapi karena tidak ada jaringan komunikasi kami tidak bisa dapat laporan dari tim BPBD," katanya.*
Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemensos salurkan bantuan korban bencana hidrometeorologi di Agam Rp11,70 miliar
03 April 2026 19:12 WIB
Berkontribusi dalam penanganan bencana, Polda Sumbar raih medali kehormatan dari JPS
02 April 2026 17:45 WIB
Penanggulangan dampak bencana sektor pertanian di Pasaman Barat dikerjakan secara swakelola
29 March 2026 17:24 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB