Menristekdikti ikuti "torch relay" di Bukittinggi
Kamis, 2 Agustus 2018 15:55 WIB
Wali Kota Bukittinggi M Ramln Nurmatias (dua kiri) memegang obor Asian Games saat dimulai kirab yang dimulai dari Lapangan Wirabraja setempat, Kamis (2/8). (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)
Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengikuti torch relay, api obor Asian Games 2018 dari Lapangan Wirabraja Bukittinggi hingga Jam Gadang.
Menristekdikti tiba di Bukittinggi, Kamis, pukul 14.20 WIB dan segera melakukan torch relay api obor Asian Games 2018 bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Bukittinggi.
"Api ini simbol energi kehidupan, satu kekuatan, simbol semangat untuk mencapai satu kekuatan," kata Nasir sebelum melakukan "torch relay" api obor Asian Games 2018.
Pawai api obor Asian Games di Bukittinggi bisa mengingatkan Indonesia pada pelaksanaan pertama Asian Games pertama di Indonesia pada 1862, di mana saat itu Indonesia berhasil meraih juara dua setelah Jepang.
"Bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2018, kita semarakkan kegiatan ini. Dengan adanya Asian Games mudah-mudahan semua berjalan baik," ujar dia.
Sejak pukul 10.00 WIB, warga Bukittinggi sudah bersiap menyambut api obor Asian Games 2018 di Lapangan Wirabraja Bukittinggi. Anak-anak sekolah dengan seragam sekolah maupun seragam olah raga sudah banyak beraktivitas di sekitar lapangan.
Ferdinan (10), salah seorang murid SDN 8 Bukittinggi yang baru saja pulang sekolah pukul 12.00 WIB mengaku langsung berjalan kaki menuju Lapangan Wirabraja bersama tiga orang temannya untuk melihat pawai obor Asian Games yang dimulai di lapangan tersebut.
Sepanjang Jalan Jend Sudirman di Bukittinggi menuju Jam Gadang dan Museum Bung Hatta juga sudah disesaki pelajar dan masyarakat. Banyak pelajar membawa bendera dari berbagai negara peserta Asian Games 2018.
Terdapat 20 titik yang akan dilalui dalam pawai obor yaitu Lapangan Wirabraja-Tugu Polwan-Simpang DPRD-Panorama- pintu masuk Lubang Jepang-pintu keluar Lubang Jepang-Simpang Bantolaweh-Tugu Imam Bonjol.
Dilanjutkan ke Simpang Jirek-Kantor Pengadilan Negeri-Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang-Simpang Bypass-Tugu Tri Tura-GOR Bermawi-Simpang Surau Gadang-Simpang Manggis-Polsek Bukittinggi-Rumah Kelahiran Bung Hatta-Patung Pahlawan Tak Dikenal dan berakhir di Museum Bung Hatta. (*)
Menristekdikti tiba di Bukittinggi, Kamis, pukul 14.20 WIB dan segera melakukan torch relay api obor Asian Games 2018 bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Bukittinggi.
"Api ini simbol energi kehidupan, satu kekuatan, simbol semangat untuk mencapai satu kekuatan," kata Nasir sebelum melakukan "torch relay" api obor Asian Games 2018.
Pawai api obor Asian Games di Bukittinggi bisa mengingatkan Indonesia pada pelaksanaan pertama Asian Games pertama di Indonesia pada 1862, di mana saat itu Indonesia berhasil meraih juara dua setelah Jepang.
"Bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2018, kita semarakkan kegiatan ini. Dengan adanya Asian Games mudah-mudahan semua berjalan baik," ujar dia.
Sejak pukul 10.00 WIB, warga Bukittinggi sudah bersiap menyambut api obor Asian Games 2018 di Lapangan Wirabraja Bukittinggi. Anak-anak sekolah dengan seragam sekolah maupun seragam olah raga sudah banyak beraktivitas di sekitar lapangan.
Ferdinan (10), salah seorang murid SDN 8 Bukittinggi yang baru saja pulang sekolah pukul 12.00 WIB mengaku langsung berjalan kaki menuju Lapangan Wirabraja bersama tiga orang temannya untuk melihat pawai obor Asian Games yang dimulai di lapangan tersebut.
Sepanjang Jalan Jend Sudirman di Bukittinggi menuju Jam Gadang dan Museum Bung Hatta juga sudah disesaki pelajar dan masyarakat. Banyak pelajar membawa bendera dari berbagai negara peserta Asian Games 2018.
Terdapat 20 titik yang akan dilalui dalam pawai obor yaitu Lapangan Wirabraja-Tugu Polwan-Simpang DPRD-Panorama- pintu masuk Lubang Jepang-pintu keluar Lubang Jepang-Simpang Bantolaweh-Tugu Imam Bonjol.
Dilanjutkan ke Simpang Jirek-Kantor Pengadilan Negeri-Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang-Simpang Bypass-Tugu Tri Tura-GOR Bermawi-Simpang Surau Gadang-Simpang Manggis-Polsek Bukittinggi-Rumah Kelahiran Bung Hatta-Patung Pahlawan Tak Dikenal dan berakhir di Museum Bung Hatta. (*)
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan warga Pesisir Selatan meriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1445 H dengan pawai Obor
22 July 2023 9:58 WIB, 2023
Sambut Hari Raya Idul Fitri, Anak Nagari Gunuang Gelar Pawai Obor dan Takbiran
21 April 2023 14:57 WIB, 2023
Bukittinggi gelar Pawai Obor dan Renungan Suci di malam Kemerdekaan HUT RI
17 August 2022 10:51 WIB, 2022
Kobaran obor gambarkan semangat warga Pauh Lubuk Sikaping sambut Idul Fitri (Video)
02 May 2022 5:23 WIB, 2022