Pengamanan Asian Games, terorisme jadi prioritas Kapolri
Senin, 30 Juli 2018 15:52 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (ANTARA FOTO)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian memprioritaskan antisipasi terorisme saat Asian Games yang akan digelar 18 Agustus-2 September 2018 di Jakarta dan Palembang
"Rencana pengamanan kami prioritaskan pada terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin.
Tito menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan jauh sebelum tanggal 18 Agustus.
"Para kontingen, ofisial, dan tim advance telah datang sejak awal Agustus, bahkan sudah ada yang cek lokasi dan latihan," tambahnya.
Pertama, mengenai pengamanan terkait ancaman teroris, Polri dan TNI sampai saat ini telah menangkap 242 orang pasca bom Surabaya, yang 21 di antaranya ditembak akibat melawan saat ditangkap bersama barang buktinya.
Kemudian, kejahatan konvensional meliputi jambret, copet, begal sudah ditangani di empat polda yakni di Metro, Jawa Barat, Banten dan Sumatera Selatan.
"Ribuan orang telah ditangkap terkait kejahatan konvensional, dan ratusan telah ditahan," ujar Tito.
Mengenai karhutla, pihaknya telah bergerak pro aktif dan menangkap pelaku pembakaran.
Terakhir, masalah kemacetan, khususnya di Jakarta. Tito mengakui, pihaknya akan melakukan simulasi bersama Pemda Jakarta dan para pemangku kepentingan agar target yang diinginkan Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committe (INASGOC) tercapai.
Sebelumnya, Kapolri memfokuskan pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di antaranya pada penyelenggaraan Asian Games 2018 di empat provinsi, yaitu di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. (*)
"Rencana pengamanan kami prioritaskan pada terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin.
Tito menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan jauh sebelum tanggal 18 Agustus.
"Para kontingen, ofisial, dan tim advance telah datang sejak awal Agustus, bahkan sudah ada yang cek lokasi dan latihan," tambahnya.
Pertama, mengenai pengamanan terkait ancaman teroris, Polri dan TNI sampai saat ini telah menangkap 242 orang pasca bom Surabaya, yang 21 di antaranya ditembak akibat melawan saat ditangkap bersama barang buktinya.
Kemudian, kejahatan konvensional meliputi jambret, copet, begal sudah ditangani di empat polda yakni di Metro, Jawa Barat, Banten dan Sumatera Selatan.
"Ribuan orang telah ditangkap terkait kejahatan konvensional, dan ratusan telah ditahan," ujar Tito.
Mengenai karhutla, pihaknya telah bergerak pro aktif dan menangkap pelaku pembakaran.
Terakhir, masalah kemacetan, khususnya di Jakarta. Tito mengakui, pihaknya akan melakukan simulasi bersama Pemda Jakarta dan para pemangku kepentingan agar target yang diinginkan Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committe (INASGOC) tercapai.
Sebelumnya, Kapolri memfokuskan pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di antaranya pada penyelenggaraan Asian Games 2018 di empat provinsi, yaitu di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. (*)
Pewarta : Tessa Qurrata Aini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rakor Bersama Mendagri, Gubernur Sumbar Sampaikan Total Kerugian Pascabencana Berbasis Data Terintegrasi
09 January 2026 18:41 WIB
Pengamat: Kebijakan Mendagri perbaikan rumah rusak efektif kurangi pengungsi
18 December 2025 18:58 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB