Jakarta,  (Antaranews Sumbar) - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian memprioritaskan antisipasi terorisme saat Asian Games yang akan digelar 18 Agustus-2 September   2018 di Jakarta dan Palembang  
    "Rencana pengamanan kami prioritaskan pada terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin.

          Tito menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan jauh sebelum tanggal 18 Agustus.

         "Para kontingen, ofisial, dan tim advance telah datang sejak awal Agustus, bahkan sudah ada yang cek lokasi dan latihan," tambahnya.

          Pertama, mengenai pengamanan terkait ancaman teroris, Polri dan TNI sampai saat ini telah menangkap 242 orang pasca bom Surabaya, yang 21 di antaranya ditembak akibat melawan saat ditangkap bersama barang buktinya.

         Kemudian, kejahatan konvensional meliputi jambret, copet, begal sudah ditangani di empat polda yakni di Metro, Jawa Barat, Banten dan Sumatera Selatan.

          "Ribuan orang telah ditangkap terkait kejahatan konvensional, dan ratusan telah ditahan," ujar Tito.

          Mengenai karhutla, pihaknya telah bergerak pro aktif dan menangkap pelaku pembakaran.

          Terakhir, masalah kemacetan, khususnya di Jakarta. Tito mengakui, pihaknya akan melakukan simulasi bersama Pemda Jakarta dan para pemangku kepentingan agar target yang diinginkan Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committe (INASGOC) tercapai.

           Sebelumnya, Kapolri memfokuskan pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di antaranya pada penyelenggaraan Asian Games 2018 di empat provinsi, yaitu di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.  (*)