Mentawai - Desiran angin spoi-spoi berhembus sejuk yang menyenangkan membelah panasnya mentari di laut biru, membuktikan indahnya Kepulauan Mentawai.

Potongan umpat, benang dan pemberat jadi satu menelusuri kesuburan karang yang menghiasi laut memberi kehidupan para makluk didalamnya. 

Siang itu ada gelak tawa menghiasi, yang diselingi ikan yang didapat dari pancingan sosok Nasrul Abit. Dan juga disambut oleh tawa riang tarikan pemacing lainnya. 

Kegiatan yang disertai dengan pengawasan laut oleh Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, diawal bulan Ramadhan 1439 ini tidak menemukan ada kapal lain yang masuk di perairan laut Sumatera Barat.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit seiring kapal bergerak menyampaikan, indahnya laut Mentawai mesti dibarengi pula oleh kesejahteraan masyarakat terhadap besarnya potensi laut yang luas dan indah ini. 

Mensyukuri rahmat Allah SWT itu mesti dilakukan pekerjaan besar semua orang Mentawai untuk memahami kehidupan dengan segala rahmatNya yang ada ini.  

Orang Mentawai seharusnya berpikir agar mampu melakukan penangkapan dan pengelolaan hasil ikan dilaut ini. Selain juga ikut menjaga kawasan negeri dan memanfaatkan potensi yang ada sebagai kebanggaan akan rasa cinta daerah dan tanah air. 

"Jangan biarkan orang lain menikmati semua ini tanpa kita mampu,  mengaktulisasikan diri menjaga dan merawat laut Mentawai ini  sebagai bagian dari diri masyarakat Mentawai," pinta Wagub Nasrul Abit haru melirik tenangnya laut Mentawai Sabtu siang (19/5/).

Dalam desiran ombak itu, Nasrul Abit menyampaikan, senang atas perhatian pemerintah pusat telah membantu15 kapal dari Kementrian Kelautan Perikanan Republik Indonesia, untuk masyarakat Mentawai yang selama ini masih memakai kapal dayung.  

Namun saat ini belum lagi maksimal pemakaiannya karena kemampuan sumberdaya masyarakat Mentawai masih butuh pelatihan dan pembinaan agar kapal dan peralatan tersebut dapat dipergunakan dengan baik oleh nelayan masyarakat mentawai.
  Wakil Gubernur Nasrul Abit memancing sambil memantau peraiaran laut Sumbar di kawasan Mentawai. (Ist)
Saat ini pihak Dirjen Kelautan sedang melakukan pendekatan kerja sama dengan pihal Perusahaan Perikanan Indonesia, untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia serta hasil tangkapannya.

"Kita berharap bagaimana masyarakat Mentawai akhirnya juga bisa memanfaatkan potensi laut Mentawai yang cukup besar ini (menatap ke laut sesuai nawacita) untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya," ungkap Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.*

Pewarta : Zardi Z-ant
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024