BKIPM : Ikan di Sumbar bebas dari formalin
Sabtu, 14 April 2018 13:56 WIB
Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM Padang) Rudi Barmara. (Antara Sumbar / Mario Sofia Nasution)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Padang, Sumatera Barat mengatakan ikan yang dikonsumsi masyarakat daerah itu bebas dari formalin dan bahan berbahaya lainnya.
“Kami telah melalukan pengawasan dan inspeksi ke lokasi penjualan ikan, selama ini masih aman,” kata Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM Padang) Rudi Barmara di Padang, Sabtu.
Dalam melakukan pengawasan pihaknya mengambil sampel ikan yang dijual baik di pasar tradisional maupun pasar moderen. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium.
“Selama ini dari hasil pemeriksaan yang dilakukan belum ditemukan ikan mengandung formalin atau zat berbahaya lainnya,” kata dia.
Ia mengatakan pihaknya terus mengawasi pasar ikan tradisonal pasar modern maupun ekspor ikan dari Sumbar ke luar negeri secara berkala agar mutu ikan ini dapat terjaga.
“Kita berupa bagaimana mutu ikan yang dikonsumsi masyarakat dapat terjaga,” kata dia.
Selain itu pihaknya saat ini fokus dalam program bersih laut karena banyak laut yang tercemar sampah dan berdampak pada ikan.
Bulan ini merupakan Bulan Bakti Mutu Karantina dan Hasil Perikanan 2018. Pihaknya mempertingati di Pantai Pasir Jambak dengan program bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik atau anak penyu pada Sabtu (14/4).
“Secara nasional program ini diperingati di Sidoarjo. Kami saat ini juga memperingati di Padang. Kita berharap seluruh pihak ikut menjaga kebersihan laut agar ikan dapat berkembang biak dengan baik,” kata dia.
Menurut dia selain melakukan pengawasan pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara memilih ikan yang segar.
“Edukasi ini rutin di lakukan di beberapa wilayah di provinsi ini. ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelutan Sumbar Yosmeri mengatakan mutu ikan itu dijaga bukan hanya dari konsumsi saja namun juga dari lingkungan.
Terutama dari sampah-sampah plastik yang ada di laut. Sampah plastik ini sulit terurai bahkan membutuhkan waktu hingga 300 tahun agar dapat terurai secara alami.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar dapat menjaga lingkungan dan biota laut dari sampah yang dapat menyebabkan kerusakan,” katanya. (*)
“Kami telah melalukan pengawasan dan inspeksi ke lokasi penjualan ikan, selama ini masih aman,” kata Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM Padang) Rudi Barmara di Padang, Sabtu.
Dalam melakukan pengawasan pihaknya mengambil sampel ikan yang dijual baik di pasar tradisional maupun pasar moderen. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium.
“Selama ini dari hasil pemeriksaan yang dilakukan belum ditemukan ikan mengandung formalin atau zat berbahaya lainnya,” kata dia.
Ia mengatakan pihaknya terus mengawasi pasar ikan tradisonal pasar modern maupun ekspor ikan dari Sumbar ke luar negeri secara berkala agar mutu ikan ini dapat terjaga.
“Kita berupa bagaimana mutu ikan yang dikonsumsi masyarakat dapat terjaga,” kata dia.
Selain itu pihaknya saat ini fokus dalam program bersih laut karena banyak laut yang tercemar sampah dan berdampak pada ikan.
Bulan ini merupakan Bulan Bakti Mutu Karantina dan Hasil Perikanan 2018. Pihaknya mempertingati di Pantai Pasir Jambak dengan program bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik atau anak penyu pada Sabtu (14/4).
“Secara nasional program ini diperingati di Sidoarjo. Kami saat ini juga memperingati di Padang. Kita berharap seluruh pihak ikut menjaga kebersihan laut agar ikan dapat berkembang biak dengan baik,” kata dia.
Menurut dia selain melakukan pengawasan pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara memilih ikan yang segar.
“Edukasi ini rutin di lakukan di beberapa wilayah di provinsi ini. ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelutan Sumbar Yosmeri mengatakan mutu ikan itu dijaga bukan hanya dari konsumsi saja namun juga dari lingkungan.
Terutama dari sampah-sampah plastik yang ada di laut. Sampah plastik ini sulit terurai bahkan membutuhkan waktu hingga 300 tahun agar dapat terurai secara alami.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar dapat menjaga lingkungan dan biota laut dari sampah yang dapat menyebabkan kerusakan,” katanya. (*)
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SKIPM distribusikan 700 paket ikan tuna berkualitas bagi masyarakat Sumbar
07 April 2023 19:40 WIB, 2023
BKIPM Padang edukasi pelaku usaha untuk ekspor hasil perikanan dari Sumbar
22 June 2022 18:23 WIB, 2022
BKIPM Padang tingkatkan pelayanan di masa pandemi dengan aplikasi "siudauni"
01 July 2021 18:34 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB
Sabtu (07/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr
07 February 2026 8:53 WIB