Bangun jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan, ini perintah presiden
Jumat, 2 Maret 2018 16:58 WIB
Jembatan kembar (Foto Antarasumbar/Wahdi Septiawan)
Batam, (Antaranews Sumbar) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat perintah Presiden Joko Widodo untuk membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
"Presiden memutuskan jembatan itu untuk dibangun," kata Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimuljono di Batam, Jumat.
Pembangunan jembatan Batam-Bintan, tambahnya diusulkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kepada Presiden, baru-baru ini.
Penghubung antarpulau itu diperlukan dalam pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam dan Bintan.
Berdasarkan kajian awal, Jembatan Batam-Bintan memiliki panjang lebih dari 7 km dan melalui dua pulau yang berada di antara Pulau Batam dan Pulau Bintan.
"Ini harus dipersiapkan dengan baik. Gambar sudah ada. Harus penelitian dari 'FS' sampai 'DED'," tambah Menteri.
Apalagi jembatan itu melalui laut, sehingga dibutuhkan teknologi yang detil untuk bisa membangunnya. Presiden, telah menginstruksikan untuk desain mulai dirancang agar bisa dibangun.
Saat ini, pemerintah tengah memikirkan pola pembiayaan jembatan, karena dana yang dibutuhkan sekitar Rp4 triliun.
Menurut dia, pola pembiayaan yang ideal adalah kerja sama antara badan usaha dengan pemerintah.
"Kalau swasta semua, jadi tol, lebih mahal. Kalau ada pemerintahnya tarifnya akan lebih murah," ujarnya.
Meski begitu, ia mengatakan masih perlu perhitunhan melalui "feasibility study" agar tarif yang dibebankan kepada masyarakat yang lalu lalang di jembatan itu tidak terlalu mahal.
"Berapa kontribusi pemerintah, kami hitung," kata dia.(*)
"Presiden memutuskan jembatan itu untuk dibangun," kata Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimuljono di Batam, Jumat.
Pembangunan jembatan Batam-Bintan, tambahnya diusulkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kepada Presiden, baru-baru ini.
Penghubung antarpulau itu diperlukan dalam pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam dan Bintan.
Berdasarkan kajian awal, Jembatan Batam-Bintan memiliki panjang lebih dari 7 km dan melalui dua pulau yang berada di antara Pulau Batam dan Pulau Bintan.
"Ini harus dipersiapkan dengan baik. Gambar sudah ada. Harus penelitian dari 'FS' sampai 'DED'," tambah Menteri.
Apalagi jembatan itu melalui laut, sehingga dibutuhkan teknologi yang detil untuk bisa membangunnya. Presiden, telah menginstruksikan untuk desain mulai dirancang agar bisa dibangun.
Saat ini, pemerintah tengah memikirkan pola pembiayaan jembatan, karena dana yang dibutuhkan sekitar Rp4 triliun.
Menurut dia, pola pembiayaan yang ideal adalah kerja sama antara badan usaha dengan pemerintah.
"Kalau swasta semua, jadi tol, lebih mahal. Kalau ada pemerintahnya tarifnya akan lebih murah," ujarnya.
Meski begitu, ia mengatakan masih perlu perhitunhan melalui "feasibility study" agar tarif yang dibebankan kepada masyarakat yang lalu lalang di jembatan itu tidak terlalu mahal.
"Berapa kontribusi pemerintah, kami hitung," kata dia.(*)
Pewarta : Jannatun Naim dan Messa Haris
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJN Sumbar pastikan Jembatan Kembar Lembah Anai berfungsi total saat Idul Fitri
07 March 2026 12:04 WIB
Polda Sumbar: jembatan bailey bantu memperlancar aktivitas warga terdampak bencana
07 March 2026 4:04 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Tambahan TKD Rp108 miliar buat Kepulauan Mentawai. Wagub Vasko: Peluang percepatan pembangunan
07 March 2026 20:04 WIB
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB