Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 2.309 pelajar setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kota Pariaman, Sumatera Barat siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 23 hingga 26 April 2018.
"Seluruh pelajar tersebut merupakan gabungan dari 18 sekolah SMP dan Madrasah Tsanawiyah negeri maupun swasta yang ada di Kota Pariaman," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi, di Pariaman, Senin.
Ia menjelaskan 18 sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut, 11 diantaranya SMP negeri maupun swasta dan tujuh sekolah lainnya merupakan Madrasah Tsanawiyah negeri dan swasta.
Kemudian dari 18 sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut, hanya empat sekolah yang siap sebagai tempat penyelenggara ujian, ujar dia.
Dari 2.309 pelajar yang akan melaksanakan UNBK pada 23 hingga 26 April tersebut, satu pelajar asal MTsN 1 Pariaman diragukan mengikuti ujian, katanya.
"Beberapa waktu lalu pihak sekolah MTsN 1 Pariaman telah mengirimkan laporan satu pelajarnya berkemungkinan tidak mengikuti UNBK, karena sudah tidak mengikuti proses belajar mengajar sejak beberapa bulan terakhir," ujarnya.
Dalam rangka menghadapi UNBK 2018 tersebut, dinas terkait menyiapkan kurang lebih sebanyak 800 unit komputer. Selain itu seluruh sekolah penyelenggara juga telah mengadakan dua kali simulasi.
"Minimal target simulasi untuk UNBK diadakan tiga kali, simulasi ketiga diperkirakan pada Maret 2018," ujarnya.
Selain mempersiapkan komputer dan jaringan internet, pemerintah daerah juga segera menyurati Perusahaan Listrik Negara (PLN) rayon setempat selama penyelenggaraan UNBK.
"Selain menyurati PLN, setiap sekolah juga akan menyediakan mesin genset karena dikhawatirkan sambungan listrik terputus sehingga mengganggu proses ujian," katanya.
Kemudian dinas terkait juga telah menginstruksikan dan mengimbau seluruh sekolah penyelenggara UNBK agar memberikan motivasi lebih kepada anak didik dari segi materi dan dorongan psikologis.
Menurutnya, sekolah yang baru pertama kali melaksanakan UBNK memiliki beban psikologis lebih tinggi dibandingkan yang telah melaksanakannya.
"Pada dasarnya ujian nasional bukan momok yang menakutkan bagi anak didik, namun kesiapan mentalnya tetap harus didukung baik dari sekolah maupun orang tua," kata dia.
Sebelumnya anggota DPRD Sumatera Barat Rafdinal meminta pemerintah provinsi setempat untuk menyiapkan UNBK 2018 secara maksimal agar tidak mengalami kendala seperti sebelumnya.
"Hendaknya persiapan sudah dimulai dari sekarang sehingga dalam pelaksanaannya dapat maksimal, tidak seperti tahun lalu yang terkesan tergesa-gesa," kata dia.
Menurut politisi PKS itu dengan adanya persiapan yang maksimal, pemerintah dapat mengukur kemampuan dalam menjalankan program ini dan kendala yang timbul dapat diatasi lebih awal.
Ia mengatakan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan UNBK seperti pengadaan komputer di setiap sekolah tentu akan menjadi sorotan, selain itu di daerah ini masih ada wilayah yang belum tersentuh internet sehingga tidak mungkin menggelar ujian berbasis komputer. (*)