Padang,  (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Sumatera Barat menyatakan siklon tropis (badai) "Tembin" di daratan selatan Filipina, tidak berpengaruh terhadap curah hujan di provinsi itu.


     "Siklon "Tembin" posisinya cukup jauh dari Sumbar, sehingga tidak berpengaruh terhadap cuaca di sini," kata Kepala Seksi Observasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji dihubungi dari Padang, sabtu.


    Sebelumnya, kata dia BMKG Pusat memang mengimbau masyarakat mewaspadai dampak dari siklon "Tembin" yang berpotensi mengakibatkan perubahan pola cuaca di beberapa wilayah di Indonesia disekitar lintasannya.


     Posisi siklon tersebut, kata dia sekitar 737 kilometer utara-timur laut Manado, Sulawesi Utara, sehingga posisinya cukup jauh dari Sumbar dan kemungkinan pengaruh terhadap cuaca di provinsi ini hampir tidak ada atau sangat kecil.


     Meskipun begitu, ujarnya potensi hujan di Sumbar dengan intensitas sedang hingga lebat terutama pada sore hingga malam hari masih terjadi.


     "Secara umum pada pagi hingga sore hari didominasi cerah berawan dan hujan ringan," kata dia.


     Ia menyebutkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas lebat terutama pada sore dan malam hari terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman , Agam (Tiku, Lubuk Basung, Maninjau), Limapuluh Kota bagian utara dan timur, Padangpariaman bagian pesisir, dan Padang bagian

pesisir.


     "Berpotensi meluas ke Pesisir Selatan yakni Painan, Kambang, Tarusan, dan Lunang Silaut," ujarnya.


     Kemudian hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di  Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar bagian barat, Kota Solok, Sawahlunto, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukitinggi, Agam bagian timur, Solok Selatan, Kabupaten Solok dan Pesisir Selatan.


     Tidak hanya hujan, lanjut Budi namun juga potensi angin 20 kilometer per jam namun tidak terjadi terus menerus. 


     Untuk suhu udara 21 sampai 31 derajat celsius dengan kelembaban 65 hingga 95 persen.


     Ia mengimbau masyarakat agar mewaspadai hal tersebut dan selalu membawa jas hujan ketika berkendara.


     "Kami akan terus memperbaharui informasi kondisi atmosfer Sumbar," tambahnya.  (*)