Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan sumur bor air bersih bagi masyarakat di daerah Mandiangin, Bukittinggi, Sumatera Barat.

        "Daerah yang daratan tinggi pasti memerlukan sumur bor yang dalam dan sedotan kuat untuk mengalirkan air, setiap tahun pemerintah anggarkan untuk 200 sumur bor seluruh Indonesia," kata Ignasius Jonan di Bukittinggi, Sumatera Barat usai meresmikan satu sumur bor, Jumat.

        Ia mengatakan bantuan berupa sumur bor lebih bermanfaat bagi masyarakat karena air sangat bermanfaat bagi masyarakat.

        "Saya biasanya meresmikan sumur minyak dan gas bumi (migas) skala besar, kali ini sumur air bagi masyarakat, saya kira ini justru yang langsung berdampak bagi masyarakat," kata Jonan.

        Sementara itu, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa masyarakat Bukittinggi masih memerlukan bantuan air bersih. Saat ini Bukittinggi masih membutuhkan 400 liter per detik sedangkan kapasitas yang tersedia masih 25 liter per detik.

        Bukittinggi sedang mengganti pipa saluran air sepanjang 24 kilometer dan masih membutuhkan sepanjang 250 kilometer lagi untuk memenuhi seluruh kebutuhan air bagi masyarakat.

        Ramlan juga mengatakan saat ini masih mengkaji aliran listrik untuk bisa mengalirkan air tersebut dan diupayakan nantinya akan bisa gratis bagi warga.

        "Kalau kita tidak pelihara bisa rusak sumur itu, nah ini sedang mengkaji biaya pemeliharaan dan listrik yang digunakan agar masyarakat bisa gratis memanfaatkan dan mendapatkan air tersebut," katanya.

        Hadir juga Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi dalam peresmian tersebut, ia menjelaskan bahwa legislatif peduli dengan keadaan daerah. Dan sumur bor ini menurutnya merupakan hasil dari upaya memperjuangkan daerah pilihannya sebagai anggota DPR.

        "Saya selalu upayakan untuk kesejahteraan daerah, kami ucapkan terima kasih untuk seluruh pihak yang membantu proses selesainya sumur air ini," katanya. (*)

Pewarta : Afut Syafril
Editor :
Copyright © ANTARA 2024