Padang, (Antara Sumbar) - Penyaluran sejahtera (sebelumnya raskin) di Sumatera Barat mencapai 99,17 persen dari alokasi 2016 dan diyakini mencapai 100 persen pada akhir tahun.


         "Sebelumnya yang sering bermasalah dalam penyaluran adalah Mentawai. Tetapi tahun ini, sebelum tanggal 10 Desember, penyaluran telah 100 persen," kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi Sumbar Wardarusmen di Padang, Sabtu,

    Ia optimistis sebelum akhir tahun penyaluran pada kabupaten dan kota lain sudah terealisasi hingga 100 persen.


         Saat ini, menurutnya, ada tiga daerah yang penyaluran rastranya belum mencapai target yakni Solok Selatan hanya 89,56 persen, Dharmasraya hanya 95,42 persen dan Padang Pariaman baru mencapai 95,87 persen.


         "Untuk Solok Selatan ini kita harapkan dapat menyalurkan beras tersebut dengan cepat. Karena ini adalah hak masyarakat,"sebutnya.


         Sementara untuk Dharmasraya, terlambatnya penyaluran rastra karena sebelumnya penebusan oleh pemerintah sedikit dikurangi. Alasannya, daerah tersebut sedang mengalami panen raya sehingga kebutuhan masyarakat akan beras sedikit berkurang.


         Sedangkan untuk Padang Pariaman diperkirakan hanya menunggu penyaluran hingga akhir Desember sehingga semuanya dapat tersalurkan seratus persen.


          Khusus untuk Mentawai, sebelumnya daerah ini sempat penyalurannya nol. Pada 2012 dan 2014, Mentawai tidak menyalurkan rastra. Alasannya titik distribusi dengan titik bagi sangat jauh sehingga membutuhkan biaya lebih besar untuk menyalurkan sampai pada masyarakat.


          Mengatasi persoalan itu Pemprov Sumbar dan Perum Bulog menyepakati menambah titik distribusi dari 5 titik menjadi 10 titik. Semua pembagian dilakukan dari 10 titik distribusi tersebut.


          "Sekarang titik distribusi sudah banyak sehingga penyaluran di Mentawai sudah lancar," katanya.


          Pada 2016 Sumbar mendapatkan alokasi rastra sebesar 49.577.580 kilogram untuk 275.431 rumah tangga..*