Menlu: Pola Penyanderaan WNI Serupa
Jumat, 11 November 2016 17:23 WIB
Jakarta, (Antara Sumbar) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pola penyanderaan terhadap dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik di Perairan Sabah, Malaysia serupa dengan penyanderaan WNI yang diculik di perairan Filipina.
"Dan itu sudah menjadi pattern (pola) yang biasa dilakukan kelompok itu," kata Menlu Retno, di Jakarta, Jumat.
Dia menuturkan belum mengetahui kondisi terkini dari dua WNI yang diculik di perairan Sabah, Malaysia.
Menurut Retno, gangguan jaringan komunikasi menjadi penghambat untuk berkomunikasi dengan penyandera dua WNI.
"Waktu saya di sana (Malaysia) saya mendapatkan informasi, saya bertemu dengan pemilik kapalnya. Bahwa mereka (penculik) berusaha untuk menghubungi tetapi jaringannya tidak begitu bagus. Tetapi at least (paling tidak) mereka sudah mencoba untuk menghubungi perusahaannya," tuturnya.
Menlu Retno menuturkan pihaknya terus berkomunikasi baik dengan keluarga dari WNI yang disandera maupun pemilik kapal.
"Saya sudah bertemu juga dengan para istri kedua ABK (anak buah kapal) kita," tuturnya.
Dua WNI baru-baru ini diculik saat sedang menangkap ikan di wilayah terumbu Pengarus Perairan Kertam sekitar 13-15 mil laut dari muara Kuala Kinabatangan Negeri Sabah, Malaysia.
Keduanya adalah La Utu bin La Raali dari kapal SSK 00520F dan La Hadi bin La Adi dari kapal SN 1154/4F. Mereka berasal dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. (*)
"Dan itu sudah menjadi pattern (pola) yang biasa dilakukan kelompok itu," kata Menlu Retno, di Jakarta, Jumat.
Dia menuturkan belum mengetahui kondisi terkini dari dua WNI yang diculik di perairan Sabah, Malaysia.
Menurut Retno, gangguan jaringan komunikasi menjadi penghambat untuk berkomunikasi dengan penyandera dua WNI.
"Waktu saya di sana (Malaysia) saya mendapatkan informasi, saya bertemu dengan pemilik kapalnya. Bahwa mereka (penculik) berusaha untuk menghubungi tetapi jaringannya tidak begitu bagus. Tetapi at least (paling tidak) mereka sudah mencoba untuk menghubungi perusahaannya," tuturnya.
Menlu Retno menuturkan pihaknya terus berkomunikasi baik dengan keluarga dari WNI yang disandera maupun pemilik kapal.
"Saya sudah bertemu juga dengan para istri kedua ABK (anak buah kapal) kita," tuturnya.
Dua WNI baru-baru ini diculik saat sedang menangkap ikan di wilayah terumbu Pengarus Perairan Kertam sekitar 13-15 mil laut dari muara Kuala Kinabatangan Negeri Sabah, Malaysia.
Keduanya adalah La Utu bin La Raali dari kapal SSK 00520F dan La Hadi bin La Adi dari kapal SN 1154/4F. Mereka berasal dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. (*)
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga sandera pertama dibebaskan usai berlakunya gencatan senjata Gaza
20 January 2025 9:48 WIB, 2025
Mesir usul Israel-Hamas buat kesepakatan baru termasuk soal sandera
25 December 2023 16:32 WIB, 2023
Tak terima jenazah pemimpinnya dimakamkan sesuai protokol COVID-19, pribumi Ekuador sandera polisi
04 July 2020 10:31 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018