Jakarta, (Antara Sumbar) - Gempa berkekuatan 6,6 skala richter yang mengguncang Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu pukul 02.15 WIB tidak menimbulkan tsunami karena kekuatannya tidak cukup kuat untuk membangkitkan  perubahan di  dasar  laut  yang  dapat memicu terjadinya tsunami.


        "Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam telah terjadi  gempa bumi susulan sebanyak dua kali dengan kekuatan terbesar 4.3 magnitudo," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mochammad Riyadi dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.


        Informasi dari BMKG, gempa bumi ini terjadi pada lokasi 1,35 Lintang Utara (LU) dan 126,41 Bujur Timur (BT).


        Gempa berada pada 124 kilometer Barat Laut Ternate dengan kedalaman 10 kilometer.


        Berdasarkan hasil analisis  tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempabumi di Ternate dan Manado adalah III, IV MMI (II SIG BMKG) sehingga diperkirakan tidak ada kerusakan.


        "Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima BMKG Ternate bahwa gempa bumi dirasakan cukup kuat di Ternate dan Manado," ujar dia.


        Namun demikian BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.


        Berdasarkan parameter gempa bumi,  lanjutnya,  gempa ini disebabkan aktivitas di zona tumbukan  laut Maluku atau  zona  tumbukan  Lempeng Halmahera  dan  Sangihe.


        "Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan bahwa gempa bumi  ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar naik (thrust fault)," kata dia.


        Ia menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta  informasi BMKG.


        "Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. Agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada  umumnya kekuatannya semakin mengecil," kata dia. (*)