Nusa Dua, (Antara Sumbar) - Pemilihan ketua umum DPP Partai Golkar pada Munas Luar Biasa (Munaslub) di Nusa Dua, Bali, Selasa dinihari berlangsung alot.


        Tahap pemilihan berlangsung sejak Rabu pukul 03.00 Wita. Alotnya persaingan mengakibatkan pemungutan suara (voting) harus dilakukan dua putaran.


        Peserta munaslub telah menetapkan delapan calon ketua umum, yaitu Ade Komarudin nomor urut 1, Setya Novanto (2), Airlangga Hartarto (3), Mahyudin (4), Priyo Budi Santoso (5), Aziz Syamsuddin (6), Indra Bambang Utoyo (7) dan Syahrul Yasin Limpo (8)


   Delapan calon ketua umum memperebutkan 554 suara yang merupakan pengurus DPD Golkar tingkat I dan II serta ormas pendiri Golkar. Hasil pemungutan suara (voting) yang diumumkan panitia pukul 07.45 Wita, Ade Komarudin memperoleh 173, Setya Novanto (277), Airlangga Hartarto (14), Mahyudin (2), Priyo Budi Santoso (1), Azis Syamsuddin (48), Indra Bambang Utoyo (1) dan Syahrul Yasin Limpo (27). Sedangkan suara tak sah 11.


        Putaran kedua dilakukan karena ada dua calon yang memperoleh 30 persen suara, yaitu Setya Novanto dan Ade Komarudin.


        Pemilihan dilakukan secara ketat dengan melarang pemilih membawa telepon genggam dan alat tulis yang berpotensi digunakan untuk menandai dukungan.


        Mekanisme yang disiapkan dalam pemilihan kali ini antara lain, pertama, jika hanya ada satu bakal calon yang mendapatkan 30 persen suara, maka ketua umum ditetapkan secara aklamasi.


        Kedua, jika ada dua atau lebih bakal calon yang mendapatkan dukungan 30 persen, maka akan dilakukan pemilihan ulang. Status bakal calon ketua umum pun akan dinaikkan menjadi calon ketua umum.


        Ketiga, jika tidak ada satu pun bakal calon yang mendapatkan 30 persen dukungan, maka akan dipilih tiga bakal calon yang memperoleh suara terbanyak, kemudian ketiganya akan dipilih ulang. (*)