Padang Aro, (Antara) -  Seorang siswa asal Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Lubuak Malako, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengikuti Ujian Nasional (UN) susulan yang dilaksanakan pada 11 hingga 14 April 2016 di rumah orangtuanya karena masih dalam keadaan sakit.


     "Hingga hari ke dua pelaksanaan ujian susulan hanya diikuti oleh satu peserta saja atas nama Wahyu Aulia jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di mana pihak sekolah dan pengawas mendatangi rumah siswa tersebut karena berdasarkan rekomendasi dokter siswi tersebut tidak diperbolehkan banyak bergerak dan pergi ke sekolah," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Solok Selatan, Ezawati di Padang Aro, Selasa.


     Dia mengatakan, siswi yang mengikuti UN susulan tersebut terkena mengidap penyakit liver dan tidak dibenarkan oleh dokter untuk banyak bergerak apalagi untuk pergi ke sekolah.


     Namun demikian katanya, UN susulan tersebut tetap dilaksanakan seperti biasa dimana siswi tersebut mengerjakan soal di bawah pengawasan.


     Saat UN yang digelar 4 hingga 7 April 2016 lalu ada enam siswa yang tidak datang dan salah satunya Wahyu Aulia dengan alasan sakit.


     Sedangkan lima siswa lainnya hingga hari terakhir pelaksanaan UN tidak diketahui penyebabnya dan sudah dinyatakan keluar oleh pihak sekolah.


     Sedangkan UN SMA sederajat di Solok Selatan diikuti oleh SMA/MA sebanyak 1.500 siswa serta SMK 497 siswa.


     Untuk Solok Selatan baru satu sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yaitu di SMKN 1 Solok Selatan.


     Pelaksanaan UN di SMKN 1, sebut dia tidak ada masalah baik jaringan maupun listrik dan siswa juga tidak canggung mengerjakan soal karena sebelumnya sudah disosialisasikan serta dilaksanakan simulasi.


     Dia menambahkan, untuk 2017 dipastikan ada penambahan sekolah yang mengikuti UNBK tetapi kemungkinan belum semuanya.


     "Nanti kita lihat sekolah mana yang berpotensi bisa mengikuti UNBK di Solok Selatan tetapi kemungkinannya belum semuanya bisa sebab tidak didukung fasilitas serta jaringan yang memadai," katanya.


     Sementara itu seorang warga Lubuak Malako Sri yang juga mengenal Wahyu Aulia mengatakan, jika siswa tersebut memang sudah cukup lama terkena penyakit dan sempat dirawat di RSUD berulang kali.


     "Ayu itu teman sekolah adik saya dan memang sudah cukup lama ia sakit dan sering masuk rumah sakit," katanya.


     Untuk orang tua ayu katanya, tergolong orang biasa dan pekerjaannya sehari-hari berdagang beras. (*)