Sudirman Laporkan Semua Proses MKD ke Presiden
Senin, 7 Desember 2015 14:33 WIB
Jakarta, (AntaraSumbar) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melaporkan semua proses yang dijalaninya di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Tentu saja saya menyampaikan apa saja proses yang saya alami. Dan beliau mengatakan ini proses pendidikan yang baik bagi seluruh warga negara. Etika itu mesti ditegakkan dan beliau sangat apresiasi proses terbuka yang telah dilakukan MKD," kata Sudirman Said di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Ia mengatakan terkait penegakan hukum, Presiden mendapatkan masukan dari Kejaksaan Agung dan Kapolri.
Namun, ia menegaskan tidak ada arahan spesifik dari Presiden namun Presiden hanya berpesan agar Sudirman meneruskan usaha-usaha untuk mendidik masyarakat terkait masalah etika.
"Tidak ada arahan spesifik tapi beliau mengatakan teruskan usaha-usaha untuk mendidik masyarakat bahwa masalah etika itu penting bagi publik, ini terutama yang mesti ditunjukkan oleh para pemimpin tertinggi di negara ini," katanya.
Sudirman mengaku siap bila Polri memintanya untuk memberikan keterangan.
"Saya bersedia memenuhi panggilan siapapun yang ditujukan untuk memperbaiki situasi di Republik ini, mau polisi mau KPK saya siap menghadap," katanya.
Sudirman mengatakan akan melaporkan semua proses kepada Presiden yang telah mempersilakannya untuk menjelaskan semua informasi yang dimilikinya.
Menurut Sudirman, Presiden mengikuti perkembangan tersebut baik melalui media maupun dari para stafnya.
"Saya kan warga negara kemudian kemarin datang sebagai menteri yang bertanggung jawab pada satu sektor yang diperkirakan akan ikut terpengaruh. Sesudah MKD memutuskan biarkan publik menilai mana yang baik mana yang buruk. Saya tidak punya hak apapun untuk memaksakan kemauan. Apapun hasilnya kita terima sebagai pembelajaran bangsa," katanya. (*)
"Tentu saja saya menyampaikan apa saja proses yang saya alami. Dan beliau mengatakan ini proses pendidikan yang baik bagi seluruh warga negara. Etika itu mesti ditegakkan dan beliau sangat apresiasi proses terbuka yang telah dilakukan MKD," kata Sudirman Said di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Ia mengatakan terkait penegakan hukum, Presiden mendapatkan masukan dari Kejaksaan Agung dan Kapolri.
Namun, ia menegaskan tidak ada arahan spesifik dari Presiden namun Presiden hanya berpesan agar Sudirman meneruskan usaha-usaha untuk mendidik masyarakat terkait masalah etika.
"Tidak ada arahan spesifik tapi beliau mengatakan teruskan usaha-usaha untuk mendidik masyarakat bahwa masalah etika itu penting bagi publik, ini terutama yang mesti ditunjukkan oleh para pemimpin tertinggi di negara ini," katanya.
Sudirman mengaku siap bila Polri memintanya untuk memberikan keterangan.
"Saya bersedia memenuhi panggilan siapapun yang ditujukan untuk memperbaiki situasi di Republik ini, mau polisi mau KPK saya siap menghadap," katanya.
Sudirman mengatakan akan melaporkan semua proses kepada Presiden yang telah mempersilakannya untuk menjelaskan semua informasi yang dimilikinya.
Menurut Sudirman, Presiden mengikuti perkembangan tersebut baik melalui media maupun dari para stafnya.
"Saya kan warga negara kemudian kemarin datang sebagai menteri yang bertanggung jawab pada satu sektor yang diperkirakan akan ikut terpengaruh. Sesudah MKD memutuskan biarkan publik menilai mana yang baik mana yang buruk. Saya tidak punya hak apapun untuk memaksakan kemauan. Apapun hasilnya kita terima sebagai pembelajaran bangsa," katanya. (*)
Pewarta : Hanni Sofia Soepardi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi sebut pembongkaran tiang monerel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta dilakukan bertahap
14 January 2026 5:01 WIB
Presiden Partai Buruh jemput anggota DPR temui massa aksi RUU Pilkada
22 August 2024 13:37 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018