Padang Panjang, (AntaraSumbar) - Arus balik kendaraan yang melintas di Kota Padang Panjang terlihat ramai lancar, karena tidak serentaknya pemudik melakukan balik.
"Arus balik di Padang Panjang ramai lancar. Kondisi itu terjadi dari pagi," kata Petugas Dinas Perhubungan dan Informatika Padang Panjang, Syarial di Padang Panjang, Kamis.
Arus balik kendaraan yang melintas di Padang Panjang rata-rata mobil pribadi ber nomor Polisi BH dan BM serta BE. Meski terlihat ramai namun tidak menimbulkan kemacetan yang berarti.
"Arus lalu lintas tidak ada yang tersendat akibat kepadatan kendaraan yang melintas di Padang Panjang dengan tujuan keberbagai daerah di dalam maupun luar Sumbar," ujarnya.
Padang Panjang yang terletak di perlintasan arus lalu lintas yang hendak menuju sejumlah daerah di Sumbar itu memiliki sejumlah titik macet yang harus diwaspadai oleh pengendara.
"Kalau kendaraan padat, pernah terjadi kemacetan di beberapa titik seperti Silaing Bawah, Simpang Lapan dan di pusat kota," katanya.
Kepolisian Resor Padang Panjang mendirikan lima Pos Pengamanan di lima titik strategis yang dianggap daerah rawan kemacetan dan gangguan keamanan lainnya di wilayah hukum Polres setempat dalam rangka operasi ketupat Idul Fitri 1436 Hijriah.
Kapolres Kota Padang Panjang, AKBP Heru Yulianto mengatakan untuk Padang Panjang ada dua titik pos pengamanan yakni Pos Pam Bak Air Kelurahan Bukit Surungan dan Rumah makan Pak Datuk.
"Sedangkan untuk wilayah Tanah Datar bagain barat yang juga termasuk wilayah hukum Polres Padang Panjang ada tiga titik seperti, Pos Pam Lembah Anai, Koto Baru Kecamatan X Koto dan Kubu Kerambil," ujarnya.
Selain Pos Pam, Polres Padang Panjang juga mendirikan satu Pos Pelayanan yang didirikan di tepi danau Singkarak tepatnya komplek wisata Tanjung Mutiara.
Setiap Pos Pam tersebut kata dia, di tempati oleh personil dari Polres Padang Panjang dan instansi terkait lainnya.
"Pos itu ditempati oleh personil Polres, TNI, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan dari Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar," katanya. (*)